Viral! Guru SD di Sukabumi Diduga Grooming, Ajak Siswinya ke KUA!

Video yang diduga seorang guru melakukan praktik child grooming. (Ist.)
Video yang diduga seorang guru melakukan praktik child grooming. (Ist.)
Sharing for Empowerment

SUKABUMI, KalderaNews.com – Guru SD di Kecamatan Sukalarang, Sukabumi, mendadak viral setelah konten TikTok-nya memicu kemarahan publik, gegara diduga melakukan praktik child grooming.

Meski akun asli sang guru kini telah raib dari pencarian, jejak digitalnya telanjur tersebar luas.

Dalam potongan video yang diunggah ulang oleh berbagai akun komunitas, terlihat sang guru melakukan aksi yang dinilai melampaui batas kewajaran.

BACA JUGA:

Ajak ke KUA sampai modus suapin

Saat momen foto ijazah, sang guru menuliskan keterangan provokatif, “Hari ini foto ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA ya, Una.”

Selain itu, terdapat unggahan dengan narasi POV Jodohku adalah muridku, yang memperlihatkan dirinya memegang dan menahan tangan siswi kelas VI tersebut agar tidak langsung pulang sekolah.

Video lain menunjukkan sang guru menyuapkan makanan kepada siswi yang sama.

Pembelaan sekolah, anak-anak jadi periang

Menanggapi kegaduhan ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyatakan telah memanggil pihak sekolah untuk klarifikasi awal.

Menariknya, berdasarkan laporan kepala sekolah, siswi tersebut merupakan murid berprestasi tingkat kabupaten.

Pihak sekolah dan orang tua justru mengklaim adanya “dampak positif” dari kedekatan tersebut. Mereka menyebut sang anak yang semula tertutup kini menjadi lebih komunikatif dan periang.

“Orangtua dan keluarga merasa bersyukur karena anaknya sekarang bisa berkomunikasi seperti anak-anak lainnya. Prestasinya pun tetap terjaga,” ujar Deden.

Disdik dalami unsur grooming

Meski ada pembelaan dari pihak keluarga dan sekolah, Disdik Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa investigasi belum berakhir.

Pihak dinas akan terjun langsung ke lapangan dalam satu hingga dua hari ke depan untuk menggali motif asli di balik konten-konten tersebut.

Poin utama investigasi Disdik:

  1. Apakah murni metode pendekatan karakter atau mengarah pada child grooming
  2. Menegaskan kembali kode etik dan batasan interaksi antara guru dan murid.
  3. Menjadikan kasus ini momentum untuk sosialisasi bahaya grooming di lingkungan sekolah.

“Ke depan, fokus kita bukan hanya pencegahan bullying atau kekerasan fisik, tapi juga bentuk kekerasan lain, seperti grooming yang harus dipahami oleh seluruh pendidik,” tegas Deden.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


660 views