Heboh! Kepergok Mencuri, Siswi SMP Tusuk Guru hingga Tewas lalu Kabur

Jenasah, Kematian, Bunuh Diri, Mati, Pembunuhan
Jenasah (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Kasus penusukan guru SD di OKU Selatan berujung maut. Siswi yang menusuk korban saat kepergok mencuri masih diburu polisi bersama orang tuanya.

OKU, KalderaNews.com- Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar tewasnya seorang guru SD di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, setelah ditusuk oleh siswi SMP yang diduga kepergok mencuri di rumah korban.

Mirisnya, pelaku berinisial YS (16) kini masih buron dan diduga kabur bersama orang tuanya usai kejadian. Polisi masih memburu YS yang diduga menusuk seorang guru sekolah dasar hingga meninggal dunia di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Selain pelaku, aparat juga melakukan pengejaran terhadap orang tua YS yang diduga ikut meninggalkan rumah setelah kejadian.

BACA JUGA:

Kronologi guru tewas ditusuk siswanya

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban yang berada di kompleks Perumahan SMPN 4 Buay Pemaca, Desa Danau Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Buay Pemaca, Redi Saputra, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku dan masih terus melakukan pencarian.

“Pelaku bersama orang tuanya diduga sudah kabur,” ujar Redi.

Ia juga mengimbau agar pelaku maupun keluarganya segera menyerahkan diri untuk mempermudah proses hukum yang sedang berjalan.

“Untuk identitas pelaku sudah kami kantongi dan saat ini kita masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan orang tuanya,” ujarnya.

“Kami mengimbau untuk segera menyerahkan diri,” sambungnya.

Berdasarkan keterangan polisi, insiden bermula saat korban, Sri Khodijah (47), pulang ke rumah dan mendapati YS berada di dalam rumahnya. Pelaku diduga sedang melakukan aksi pencurian ketika dipergoki oleh korban.

“Saat korban pulang ke rumahnya, diduga aksi pelaku dipergoki korban. Diduga panik pelaku mengambil pisau dapur di rumah korban dan langsung menusukkan pisau tersebut ke perut korban hingga berdarah,” ujarnya.

Setelah melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri tanpa sempat membawa barang yang diduga hendak dicuri.

Sementara itu, korban yang mengalami luka tusuk masih sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Korban dibawa ke RSUD Muaradua dan ia sempat mengenali pelaku yang merupakan pelajar SMP kelas I,” katanya.

Sempat Dirawat Dua Hari

Korban kemudian mendapatkan perawatan di RSUD Muaradua sebelum dirujuk ke rumah sakit di Palembang karena kondisi lukanya yang cukup serius.

Namun, setelah menjalani perawatan selama dua hari, korban akhirnya meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026).

“Setelah kejadian kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk korban,” katanya.

Sri Khodijah diketahui merupakan guru di SDN Danau Jaya, Kecamatan Buay Pemaca. Luka tusuk di bagian perut yang dideritanya menjadi penyebab korban harus menjalani perawatan intensif hingga akhirnya meninggal dunia.

Polisi Amankan Barang Bukti

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan sebilah pisau dapur sepanjang sekitar 35 sentimeter yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penusukan.

Kapolsek menjelaskan bahwa pelaku diduga hanya seorang diri saat melakukan aksinya dan masih berstatus sebagai pelajar SMP di wilayah Buay Pemaca.

“Pelaku berjumlah satu orang dan merupakan anak di bawah umur dan seorang siswi SMP Buay Pemaca,” katanya.

Petugas juga telah mendatangi kediaman pelaku, namun YS diketahui sudah tidak berada di rumah dan diduga pergi bersama orang tuanya.

“Saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan orang tuanya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*