Demo Hari Ini, Giliran BEM UBK, Unpam Hingga UMJ Turun ke Jalan

Aksi BEM UI menuju Bundaran HI Jakarta (KalderaNews/Ist)
Aksi BEM UI menuju Bundaran HI Jakarta (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

BEM UBK gelar demo #TataUlangIndonesia di Istana Negara hari ini. Ini 6 tuntutan kritis mahasiswa soal hukum & ekonomi RI.

JAKARTA, KalderaNews.com – Gelombang pergerakan mahasiswa kembali memadati ibu kota. Hari ini, Senin (15/6/2026), Aliansi empat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) dipastikan turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi besar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Mengusung jargon #TataUlangIndonesia, aksi unjuk rasa yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB ini membawa rapor merah atas kondisi sosio-ekonomi, hukum, dan demokrasi di tanah air yang dinilai kian mengalami kemunduran.

BACA JUGA:

Aliansi yang terlibat dalam aksi ini merupakan gabungan dari BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UBK.

Kronologi dan Alasan di Balik Aksi #TataUlangIndonesia

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK sekaligus Koordinator Lapangan Aksi, M. Abdi Maludin, mengungkapkan bahwa keputusan turun ke jalan ini bukan langkah instan. Aksi ini merupakan buah dari konsolidasi matang organisasi mahasiswa UBK yang digelar pada Sabtu (13/6/2026) lalu.

Berdasarkan kajian internal lintas fakultas, para mahasiswa menyimpulkan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi keterpurukan.

Krisis sosio-ekonomi yang kian menjepit masyarakat bawah, pengebirian reformasi hukum, hingga isu penyelewengan struktural menjadi pemantik utama.

“Kami dari BEM Universitas Bung Karno melakukan konsolidasi dengan adanya indikator bahwa negara hari ini harus bangkit terhadap keterpurukan yang berjalan,” ujar Abdi kepada media, Minggu (14/6/2026).

Meskipun situasi nasional memanas hingga memunculkan wacana “Reformasi Jilid 2”, Abdi menegaskan bahwa mahasiswa UBK berkomitmen menjaga kondusivitas agar gerakan ini tidak ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.

“Kami tidak mau Indonesia itu terpecah-belah karena banyak provokasi. Itu harus kita antisipasi sesama mahasiswa dan rakyat,” tambahnya.

Manifes Perlawanan: Ini 6 Tuntutan Utama BEM UBK

Melalui unggahan resmi di akun Instagram @bemfebubk, para mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya dan kejengkelan mereka terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kian mencekik.

Berikut adalah 6 poin tuntutan utama yang dibawa mahasiswa UBK ke depan Istana Negara:

  1. Evaluasi Total Program MBG: Mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
  2. Revisi UU Polri: Mendesak peninjauan kembali secara substantif terhadap Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  3. Stop Militerisme: Menuntut penghentian segala bentuk militerisme di ruang publik dan menegakkan kembali supremasi sipil.
  4. Stabilitas Ekonomi & Rupiah: Menuntut pemerintah mengambil langkah taktis dan strategis guna menjaga ketahanan ekonomi nasional serta menstabilkan nilai tukar Rupiah yang kian tertekan.
  5. Hak Pendidikan Inklusif: Memastikan negara memberikan hak pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan terjangkau bagi seluruh lapisan rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
  6. Tinjau Ulang Harga BBM: Mendesak pembatalan atau peninjauan kembali kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai membebani daya beli masyarakat.

Estimasi Massa dan Potensi Gabungan Kampus Lain

Aksi manifestasi perlawanan ini mewajibkan massa aksi mengenakan pakaian kompak: almamater UBK dan kaus hitam sebagai simbol duka atas mundurnya demokrasi.

Massa dari internal UBK diperkirakan mencapai sedikitnya 200 orang yang akan mulai berkumpul di titik kumpul area kampus UBK sebelum bergerak bersama ke Istana Negara.

Namun, jumlah massa tersebut diprediksi bisa melonjak tajam. Pihak korlap mengonfirmasi bahwa beberapa simpul mahasiswa dari universitas lain, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pamulang (BEM Unpam) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), tengah melakukan konsolidasi internal dan berpotensi besar untuk bergabung dalam satu barisan di medan juang.

Aksi unjuk rasa hari ini tidak hanya terjadi di Jakarta. Berdasarkan laporan terkini, demonstrasi mahasiswa dengan eskalasi serupa juga dijadwalkan berlangsung serentak di beberapa kota besar lainnya, termasuk Solo dan Semarang.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*