Kupas PBX Finder, Kotak Hitam Misterius di Mobil Eks BEM UGM

Eks Ketua Badan Eksekutif (BEM) Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto temukan GPS di mobilnya. (Ist.)
Eks Ketua Badan Eksekutif (BEM) Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto temukan GPS di mobilnya. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Ukurannya mini tapi bisa memantau 24 jam. Ini beda teknologi GPS Portable dan Wireless Tracker yang intai eks Ketua BEM UGM!

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Kasus penemuan alat pelacak di mobil pribadi mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, membuka tabir mengenai betapa mudahnya teknologi pelacak modern digunakan untuk mengintai seseorang.

Benda hitam berbentuk kotak yang ditemukan menempel di rangka bawah mobil Tiyo tersebut memicu perdebatan teknis.

Gimana alat sekecil itu bisa bekerja tanpa diketahui pemilik kendaraan?

BACA JUGA:

Dalam narasinya, Tiyo menyebut alat tersebut sebagai PBX Finder, sebuah perangkat yang berhasil terdeteksi oleh sistem keamanan Bluetooth di ponsel iPhone miliknya.

Kasus ini menjadi menarik karena melibatkan dua potensi teknologi pelacak yang berbeda secara fungsi dan cara kerja.

Teknologi wireless tag

Jika merujuk pada munculnya notifikasi otomatis di ponsel Tiyo, perangkat yang digunakan kemungkinan besar mengadopsi sistem kerja Wireless Tracker mirip Apple AirTag atau PBX Finder tipe Android/iOS.

  1. Alat ini tidak menggunakan satelit GPS secara langsung, melainkan memanfaatkan jaringan crowd-sourcing Bluetooth dari ponsel pintar orang lain yang berada di sekitarnya untuk mengirimkan lokasi terakhir ke si pemasang.
  2. Karena rentan digunakan untuk menguntit, sistem operasi seperti iOS dan Android versi modern kini dilengkapi fitur deteksi otomatis. Jika ada wireless tracker asing milik orang lain yang terus bergerak mengikuti kamu dalam durasi tertentu, maka ponsel kamu akan memunculkan notifikasi peringatan. Hal inilah yang menyelamatkan Tiyo dari pengintaian yang lebih lama.

Teknologi GPS portable

Di sisi lain, Ketua Umum Rental Mobil Indonesia (KOREMBI), Mohamad Baihaki, memberikan pandangan berbeda setelah melihat visual alat yang menempel di kolong mobil Tiyo.

Menurutnya, benda padat tersebut lebih condong ke jenis GPS Portable heavy-duty.

  1. Berbeda dengan wireless tag biasa, GPS Portable dibekali dengan slot kartu GSM (SIM Card) dan antena GPS internal. Alat ini memantau pergerakan mobil secara real-time dengan deviasi jarak atau radius akurasi yang sangat presisi, yaitu sekitar 5 hingga 20 meter.
  2. Alat ini memiliki baterai mandiri yang dapat diisi ulang (charge) dan mampu bertahan hidup selama 10 hingga 30 hari berturut-turut tanpa perlu menyedot daya dari aki mobil.
  3. Sisi gelap dari GPS Portable murni adalah alat ini memancarkan gelombang seluler, bukan Bluetooth. Sehingga, secara teknis ia tidak akan memicu notifikasi di iPhone atau Android, membuatnya jauh lebih sulit dideteksi kecuali disisir secara manual atau menggunakan RF (Radio Frequency) Detector.

Ancaman kamuflase, rekomendasi keamanan

Baihaki menjelaskan bahwa produsen alat pelacak sengaja merancang bentuk perangkat ini sekecil dan seminimalis mungkin agar mudah disembunyikan.

Keberadaannya di kolong mobil Tiyo memunculkan spekulasi bahwa si pemasang memanfaatkan magnet kuat yang umumnya sudah tertanam pada bodi GPS tipe portable agar bisa menempel instan di rangka besi mobil.

Mengingat adanya notifikasi Bluetooth sekaligus penemuan fisik kotak hitam di mobil Tiyo, ada kemungkinan si pemasang mengombinasikan kedua teknologi ini atau menyembunyikan lebih dari satu alat.

Guna memastikan keamanan, pengguna kendaraan yang mengalami hal serupa disarankan untuk segera mematikan total perangkat yang ditemukan, melakukan scanning ulang Bluetooth, dan memeriksa area tersembunyi seperti spakbor, bumper dalam, hingga ruang di bawah dasbor mobil.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*