Viral Guru di Lampung Murka karena Banyak yang Absen Saat Upacara Hari Senin, Ancam Cekik Murid

Tangkapan layar guru murka saat upacara
Sharing for Empowerment

LAMPUNG, KalderaNews.com- Seorang guru SD di Lampung menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sang guru marah besar hingga diduga hampir mencekik seorang murid saat upacara bendera.

Peristiwa itu terjadi di SDN 5 Kedondong, Pesawaran. Guru berinisial H yang diketahui mengajar mata pelajaran PJOK, tampak kehilangan kendali saat memimpin jalannya upacara.

BACA JUGA:

Aksi tersebut membuat para siswa ketakutan dan berlarian menjauh ketika melihat salah satu temannya hampir dicekik.

Video insiden itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok Berita Lampung. Dari narasi dalam video, tampak guru tersebut murka karena upacara bendera pada hari Senin tidak diikuti semua guru. Saat emosinya memuncak, ia mengeluarkan ancaman keras.

“Kalau enggak saya cekik ini anak-anak,” ucapnya sambil mendekati salah satu murid.

Guru tersebut juga menegaskan bahwa seluruh tenaga pendidik wajib hadir dalam upacara bendera

“Instruksi setiap hari Senin nggak ada guru yang nggak hadir, lapor kamu sama bupati,” katanya kepada salah seorang guru yang mencoba menenangkan situasi.

Namun, emosinya tidak berhenti di situ. Ia kembali mengarahkan ancamannya kepada murid.

“Nggak bisa gitu, kalau nggak ….,” ucapnya sambil mendekati murid tersebut lagi.

Tak lama, seorang guru lain terdengar mencoba menengahi dengan berkata, “Eehh.. dah bubar aja yuk.”

Warganet Soroti Aksi Guru Tersebut

Aksi guru ini pun menuai banyak reaksi pro dan kontra di media sosial. Sejumlah warganet mengecam keras tindakannya.

“Sekolah dekat rumah aku ini.. gurunya sudah di pecat guys permintaan dari ortu² siswa,” tulis @Adriian.

“Orang gk sadar ya, bullying terparah di sekolah itu sbnrnya dari guru itu sendiri,” komentar akun @ɪɴsᴇᴄメ.

Namun, ada pula yang mencoba melihat dari sudut pandang berbeda.

“Yang aku tangkap, guru itu marah karena setiap upacara hari Senin banyak guru yang tidak hadir. Makanya beliau menyuruh membubarkan, tapi guru lain tidak setuju. Jadi seolah-olah itu hanya ancaman agar anak-anak bubar dan guru lain mau berubah. Mungkin dalam pikirannya, “ngapain anak-anak disiplin upacara kalau gurunya sendiri tidak hadir.”

“Menurutku niatnya sebenarnya baik, yaitu agar guru lain bisa berubah lebih baik, hanya saja cara penyampaiannya kurang tepat. lebih baik di bubarkan dr anak2 panas2an,” tulis ☆ nnd:@fera07.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


960 views