Viral Unggahan SUMA UI Dukung LGBTIQ+ Tuai Polemik, Kampus Buka Suara

universitas indonesia
Universitas Indonesia (UI) (KalderaNews/Dok. UI)
Sharing for Empowerment

Unggahan Pride Month SUMA UI viral di media sosial dan memicu polemik. Alumni dan kampus buka suara terhadap kasus tersebut.

JAKARTA, KalderaNews.com- Unggahan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) yang membahas Pride Month menjadi perbincangan luas di media sosial.

Konten tersebut menampilkan ilustrasi siluet Garuda Pancasila dengan latar bendera pelangi dan mengusung judul “Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan”.

Dalam keterangan unggahan bertajuk “Pride Month”, SUMA UI menyoroti peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus menyinggung masih adanya diskriminasi terhadap komunitas LGBTIQ+ di Indonesia.

Tak lama setelah menuai beragam reaksi publik, unggahan tersebut kemudian dihapus dari akun Instagram dan X milik SUMA UI.

BACA JUGA:

Alumni SUMA UI Sampaikan Keberatan

Polemik tersebut mendapat respons dari alumni Pers Mahasiswa SUMA UI. Melalui akun media sosial @ilunisumaui, mereka menyatakan penyesalan atas unggahan yang dipublikasikan oleh redaksi SUMA UI.

“Alumni Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menyesalkan unggahan di Instagram dan X (sebelumnya Twitter) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) berjudul Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan. Alumni SUMA UI sudah berusaha memberi masukan ke Redaksi SUMA UI untuk mempertimbangkan konteks sosial kemasyarakatan seraya tetap menjaga independensi redaksi dalam menjalankan kerja jurnalistiknya,” demikian pernyataan alumni SUMA UI dikutip dari akun media sosial mereka, @ilunisumaui.

Menurut alumni, sejak berdiri pada 1992, SUMA UI dikenal sebagai unit kegiatan mahasiswa yang menjunjung keberagaman, menjaga sikap moderat, serta mengedepankan prinsip nonpartisan dalam kerja jurnalistiknya.

Mereka menilai karya jurnalistik yang dihasilkan selama ini selalu berupaya menghadirkan pemberitaan yang berimbang tanpa berpihak pada kelompok tertentu.

“Alumni SUMA Ul dengan ini menyatakan keberatan dan menyesalkan unggahan tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan semangat organisasi pers mahasiswa untuk tidak condong pada salah satu golongan tertentu,” demikian tegas Alumni SUMA UI.

Selain itu, alumni juga mengkritik sikap pengurus redaksi yang dinilai tidak membuka ruang diskusi maupun masukan terkait unggahan yang memicu keresahan di kalangan sivitas akademika, alumni, dan masyarakat luas. Mereka menilai polemik tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap gerakan mahasiswa UI.

Alumni SUMA UI menegaskan dukungannya terhadap kebebasan berpendapat yang dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap mempertimbangkan nilai etika dan moral yang berlaku di masyarakat Indonesia.

“Alumni SUMA UI akan terus membuka upaya dialog dengan pengurus Redaksi SUMA UI. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” tutup alumni SUMA UI.

UI Tegaskan Bukan Sikap Resmi Kampus

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Universitas Indonesia menyatakan bahwa isi unggahan tersebut merupakan pandangan redaksional SUMA UI sebagai organisasi kemahasiswaan dan tidak mewakili sikap resmi kampus maupun seluruh sivitas akademika.

“Terkait dinamika yang berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai isu Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan. Konten tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI,” demikian keterangan resmi UI yang disampaikan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro.

UI menegaskan bahwa kampus menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik yang demokratis. Mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan pandangan secara kritis, namun tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, UI menyatakan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, serta norma yang berlaku di Indonesia.

Kampus juga menekankan pentingnya menjaga integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan terciptanya lingkungan akademik yang aman serta kondusif.

“Dalam semangat tersebut, UI memandang kampus sebagai ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik,” demikian pernyataan UI.

UI Lakukan Evaluasi Internal

Pihak universitas juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab sosial agar tidak memicu polarisasi maupun perpecahan di tengah masyarakat.

Sebagai tindak lanjut atas polemik yang muncul, pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan evaluasi internal bersama otoritas kampus terkait.

“Menindaklanjuti dinamika dan keresahan yang timbul di tengah masyarakat terkait unggahan tersebut, Pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan langkah-langkah evaluasi lebih lanjut secara internal. Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab,” tegas UI.

UI juga mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta saling menghormati perbedaan pandangan.

Menurut kampus, iklim akademik yang sehat dapat dibangun melalui dialog yang konstruktif dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*