
Berikut kronologi seorang pelajar di Bantul bernama Ilham diduga dikeroyok hingga meninggal dunia, korban sempat dirawat di ICU.
BANTUL, KalderaNews.com– Seorang pelajar asal Payungan, Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul, Ilham Dwi Saputra (16), diduga menjadi korban pengeroyokan yang berujung pada kematian.
Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan medis selama hampir satu pekan.
Ayah korban, Sugeng Riyanto, menuturkan bahwa pada Selasa (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB, Ilham masih berada di rumah. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 22.00 WIB, ia dijemput oleh dua orang.
BACA JUGA:
- Tangisan Sr Natalia: Masa Depan 1.900 Umat Hancur di Kasus BNI
- Belajar dari Kasus BNI: Waspada Modus Oknum & Gagalnya GCG Bank
- Skandal Chat Mesum FH UI, 16 Mahasiswa Terancam DO Massal
“Nah, itu tiba-tiba ada dua orang pakai Nmax kalau nggak salah boncengan jemput anak saya sekitar jam 10 malam,” kata Sugeng kepada wartawan di rumah duka, Pandak, Bantul, Senin (20/4/2026).
Kronologi Ilham meninggal karena dikeroyok
Menurut keterangan teman korban, dua orang tersebut membawa Ilham ke area belakang salah satu SMA negeri di Bambanglipuro, Bantul. Setibanya di lokasi, muncul dua orang lain yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy.
“Dua orang boncengan pakai Scoopy itu lalu membawa pergi anak saya dengan posisi anak saya di tengah (bonceng tiga),” ujarnya.
Merasa curiga, salah satu teman Ilham mengikuti mereka hingga ke Lapangan Gadung Melati, Pandak. Sesampainya di lokasi, korban sudah dikelilingi sekitar sepuluh orang.
“Terus anak saya cuma ditanya ‘kamu ikut geng ini’ dan dijawab ‘tidak’. Nah, setelah itu anak saya langsung dipukuli rame-rame, ada yang pakai selang, ada yang pakai paralon, pakai gunting, disundut rokok, bahkan dilindas pakai motor berulang kali,” ucapnya.
Sugeng juga mengungkapkan bahwa anaknya sempat tak sadarkan diri akibat pengeroyokan tersebut. Bahkan, saat dalam kondisi pingsan, ada pelaku yang masih mencoba melukai korban.
“Kejadian terakhir itu keadaan sudah pingsan masih mau dipotong telinganya. Kebetulan ada temannya Ilham yang buntuti tadi terus guntingnya disaut (direbut),” katanya.
Selanjutnya, teman Ilham membawa korban ke RSUD Saras Adyatma di Bambanglipuro, Bantul untuk mendapatkan pertolongan. Sementara itu, Sugeng melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pandak pada keesokan harinya, Rabu (15/4).
“Selama di rumah sakit, anak saya dirawat di ruang ICU dan akhirnya meninggal dunia hari Minggu (19/4) sekitar jam 10 malam,” ujarnya.
Keluarga tuntut keadilan
Sugeng mengaku sangat terpukul atas kejadian tragis yang menimpa anaknya. Ia menilai tindakan para pelaku sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.
“Saya sebagai orang tua, saya tidak ikhlaslah anak saya kok matinya tragis seperti itu. Dianiaya bahkan melebihi PKI dulu toh? Hanya pakai selang, pakai gunting, disundut rokok bahkan dilindas pakai motor, itu kan sudah penganiayaan yang luar biasa,” ucapnya.
Dengan suara lirih, ia berharap para pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.
“Harapan saya sebagai kepala keluarga ataupun bapaknya Ilham, saya meminta jajaran kepolisian bila nantinya itu ketangkap ya dihukum seberat-beratnya. Karena memang pelakunya sadis sekali, sangat sadis,” katanya.
Terkait latar belakang pergaulan korban, Sugeng menyebut dalam enam bulan terakhir Ilham jarang keluar rumah hingga larut malam.
“Selama 6 bulan lebih anak saya jarang keluar, maksudnya jarang keluar malam. Kalaupun keluar malam ya jam 9, jam 10 malam sudah pulang,” ujarnya.
Polres Bantul sudah amankan 2 orang
Sementara itu, dua orang pelaku telah diamankan, yakni BLP alias BR (18) warga Kretek, Bantul pada Selasa (15/4/2026), serta YP alias B (21) warga Bambanglipuro, Bantul pada Rabu (16/4/2026) di Sleman.
Polisi juga telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) dan masih memburu lima pelaku lain yang identitasnya telah diketahui berdasarkan keterangan dua tersangka yang telah ditangkap.
Adapun 2 pelaku yakni BLP alias BR(18) warga Kretek, Bantul pada Selasa (15/4/2026); dan YP alias B (21) warga Bambanglipuro, Bantul pada Rabu (16/4/2026) di Sleman. “
Tim Sat Reskrim Polres Bantul juga menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) dan melakukan pengejaran terhadap 5 pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan,” kata Rita.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply