Lulusan SMK menyumbang pengangguran? Pemprov Banten bakal hapus jurusan jenuh dan ganti dengan keahlian bergaji selangit.
SERANG, KalderaNews.com – Pemerintah Provinsi Banten tengah bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Langkah drastis ini diambil guna menekan angka pengangguran yang disumbang oleh lulusan dari program studi yang dianggap sudah tidak relevan atau “jenuh” di pasar tenaga kerja.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Jamaluddin mengungkapkan bahwa beberapa jurusan populer kini justru menjadi beban karena daya serap industrinya yang rendah.
BACA JUGA:
- Duh, Pengangguran di Indonesia Masih Didominasi Lulusan SMK dan SMA
- Dorong Lulusan Langsung ke Dunia Industri, SMK Tarakanita Gandeng Kemnaker
- Cukur Rambut Siswi SMKN 2 Garut Berhijab, Guru Terancam Dipidana
Daftar jurusan terancam dihapus
Beberapa program studi yang masuk dalam radar evaluasi ketat hingga penghapusan antara lain:
- Sekretaris
- Ketatausahaan
- Akuntansi
- Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
“Jurusan-jurusan itu sekarang sudah terlalu banyak dan jadi penyumbang pengangguran. Nanti akan kita evaluasi, kurangi, bahkan kita hilangkan untuk diganti dengan yang lebih produktif,” tegas Jamaluddin.
Incar peluang kerja bergaji fantastis
Sebagai pengganti, Pemprov Banten mulai mengalihkan fokus pada keahlian teknis spesifik yang sangat dicari oleh industri manufaktur berat dan kimia, terutama di kawasan industri Cilegon. Salah satu primadonanya adalah bidang pengelasan (welding).
Potensi penghasilan di bidang ini tidak main-main. Jamaluddin menyebutkan bahwa tenaga ahli pengelasan kapal hingga pengelasan bawah air memiliki nilai tawar yang sangat tinggi di pasar internasional.
- Proyeksi gaji Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan (untuk penempatan di Jepang).
- Kebutuhan mencapai ratusan ribu tenaga kerja untuk spesifikasi tertentu.
Kuliner dan industri kimia jadi prioritas
Selain pengelasan, sektor kuliner juga dipandang sebagai bidang yang terus berkembang pesat dan membutuhkan banyak tenaga terampil.
Dindikbud Banten berkomitmen untuk terus mendorong lulusan SMK agar memiliki kemampuan teknis yang sejalan dengan kebutuhan perusahaan besar di Cilegon.
Dengan transformasi ini, diharapkan lulusan SMK Banten tidak lagi hanya memegang ijazah, tetapi benar-benar menjadi tenaga kerja siap pakai yang kompetitif di kancah global.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply