Peringatan Waisak 2569 BE kembali tiba. Mengapa perayaan ini harus jatuh di saat bulan purnama penuh? Simak makna di baliknya.
JAKARTA, KalderaNews.com – Umat Buddha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, merayakan Trisuci Waisak 2569 BE.
Hari raya ini selalu dinanti karena memiliki kedalaman makna spiritual, sejarah, dan astronomis yang unik.
Bagi yang awam, mungkin muncul pertanyaan, kenapa Waisak selalu dirayakan saat bulan purnama? Berikut penjelasannya!
BACA JUGA:
- 20 Link Poster Hari Raya Waisak Terbaru, Penuh Nuansa DamaiĀ
- Tema Resmi Hari Raya Waisak Nasional dan Detik-detik Pelaksanaannya
- Kumpulan Ucapan Hari Raya Waisak, Singkat Penuh Harapan, Cocok Dibagikan di Media Sosial
Peringatan tiga peristiwa besar
Waisak disebut “Trisuci” karena memperingati tiga tonggak sejarah kehidupan Buddha Gautama yang diyakini terjadi pada hari yang sama di bulan purnama:
- Kelahiran: Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini.
- Pencerahan: Siddharta mencapai pencerahan sempurna dan menjadi Buddha di Bodh Gaya.
- Wafat (Parinibbana): Buddha mencapai kemangkatan di Kusinara.
Simbolisme Bulan Purnama
Pemilihan waktu bulan purnama bukan tanpa alasan. Dalam ajaran Buddha, bulan purnama memiliki arti filosofis yang kuat:
- Kebijaksanaan: Cahaya bulan yang terang di malam hari adalah simbol kebijaksanaan (panna) yang mampu melenyapkan kegelapan batin.
- Kesempurnaan: Bentuk bulat sempurna bulan purnama mewakili kesempurnaan karakter dan pencerahan yang diraih Buddha.
- Kesejukan: Berbeda dengan matahari yang panas, bulan melambangkan kedamaian dan cinta kasih (Metta) yang sejuk bagi semua makhluk hidup.
Waisak untuk semua
Meskipun ada berbagai aliran dalam agama Buddha, seperti Theravada, Mahayana, dan Vajrayana, perayaan ini dirayakan secara universal.
Perbedaan tradisi, seperti cara sembahyang atau ritual, tidak mengubah esensi utamanya: introspeksi diri.
Di Indonesia, Waisak menjadi momen yang sangat inklusif. Selain ritual keagamaan seperti meditasi dan pradaksina (mengelilingi tempat suci), perayaan ini juga sering diisi dengan bakti sosial.
Aksi nyata membantu sesama ini mencerminkan ajaran Buddha tentang pentingnya welas asih dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Apa itu tahun BE?
Mungkin kamu melihat angka 2569 BE. BE adalah singkatan dari Buddhist Era (Era Buddhis).
Angka ini adalah hitungan tahun sejak wafatnya Buddha Gautama. Dengan selisih sekitar 543 tahun dari penanggalan Masehi, tahun 2026 Masehi bertepatan dengan tahun 2569 BE.
Singkatnya, Waisak bukan sekadar seremoni keagamaan. Ia adalah pengingat bagi kita semua, apa pun latar belakangnya, untuk kembali menata batin, menumbuhkan kasih sayang, dan menjaga kedamaian di tengah dunia yang terus berubah.
Selamat merayakan Waisak bagi umat yang merayakan!
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply