8.178 Mahasiswa UGM KKN Perkuat Pangan Kerakyatan di 32 Provinsi

Universitas Gadjah Mada resmi menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026
Universitas Gadjah Mada resmi menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 (KalderaNews/Dok. UGM)
Sharing for Empowerment

UGM resmi menerjunkan 8.178 mahasiswa KKN 2026 ke 32 provinsi sebagai wujud nyata komitmen universitas kerakyatan.

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya sebagai universitas kerakyatan dengan resmi menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026.

Upacara penerjunan yang digelar secara khidmat di Lapangan Pancasila UGM pada Jumat (19/6/2026) menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa di berbagai pelosok Nusantara selama 50 hari, terhitung sejak 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Skala sebaran KKN UGM 2026 kali ini mencakup wilayah yang sangat luas demi memastikan dampak pemetaan pembangunan yang merata. Para mahasiswa dikelompokkan ke dalam 298 unit lokasi yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:

Guna menjaga kualitas program dan pemenuhan nilai akademis yang akuntabel, mahasiswa didampingi langsung oleh 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta Koordinator Wilayah (Korwil).

Kolaborasi ini juga didukung secara masif oleh 199 mitra strategis dari jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor industri dan dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga jejaring alumni UGM.

Fokus KKN UGM 2026: Ruang Belajar Otentik dan Kedaulatan Pangan

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN-PPM bukan sekadar pemenuhan kurikulum normatif, melainkan sebuah ruang kontribusi nyata untuk mengasih empati sosial mahasiswa langsung di tengah dinamika masyarakat.

“Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan masyarakat. Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat,” ujar Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D.

Prof. Ova Emilia juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa memprioritaskan aspek kesehatan, keselamatan, serta menjaga nama baik almamater selama bertugas.

Ia optimistis bahwa program kerja yang dirancang mahasiswa mampu menjawab persoalan riil di lapangan, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta manajemen pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sinergi Pemerintah: Dorong Industrialisasi Desa Melalui Sentra IKM

Hadirnya Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, S.S., M.A., dalam upacara penerjunan memberikan dorongan strategis bagi program KKN UGM 2026. Pemerintah mengapresiasi konsistensi UGM yang secara berkala merajut hilirisasi ilmu pengetahuan kampus ke ranah pengabdian sosial.

“Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan sosial. Namun potensi tersebut harus dirajut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif melalui industri.”

“Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat memberikan ide, inovasi, dan kontribusi nyata untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di berbagai daerah,” imbuh Faisol Riza, S.S., M.A.

Menurut Faisol Riza, peran mahasiswa sangat krusial dalam mempercepat agenda industrialisasi desa yang tengah digenjot oleh pemerintah guna menopang perekonomian nasional dari level akar rumput.

Mengusung Tema Ketahanan Pangan dan Perubahan Iklim

Melanjutkan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya pembelajaran otentik.

Pada tahun ini, KKN-PPM UGM mengangkat tema utama: “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM.”

Menembus Batas di Wilayah 3T: Dari Raja Ampat hingga Biak Numfor

Manifestasi dari tema besar ini terlihat nyata pada tim-tim KKN yang diterjunkan ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), khususnya di tanah Papua.

Salah satunya adalah Tim KKN Raja Ampat Begisah yang bertugas di Kampung Samati dan Waim, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Rizki Abdillah, Koordinator Unit dari Fakultas Psikologi UGM, memaparkan bahwa mereka mengusung program unggulan berbasis potensi maritim.

“Kami melakukan pendampingan nelayan lokal melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana, ekspansi pemasaran hasil laut, hingga diversifikasi pangan bernilai tambah tinggi seperti nugget ikan yang melanjutkan fondasi dari tim KKN sebelumnya,” jelas Rizki.

Tidak hanya itu, tim ini juga menginisiasi ekonomi kreatif lewat pemanfaatan tanaman mangrove menjadi teh mangrove. Guna menjawab isu krusial lingkungan, mereka menggandeng lembaga lingkungan nasional serta internasional untuk melakukan uji klinis sampel air konsumsi warga lokal yang selama ini cenderung keruh meskipun telah dimasak.

Walaupun sempat terkendala isu pendanaan karena tidak memperoleh hibah kompetitif, tim Raja Ampat Begisah membuktikan resiliensinya melalui strategi kolaborasi pendanaan mandiri bersama mitra strategis.

Di sisi lain, tantangan geografis dan logistik tak menyurutkan langkah Tim KKN Biak Elok yang mengabdi di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Wilayah ini menjadi torehan sejarah baru karena merupakan lokasi yang belum pernah dijangkau KKN UGM sebelumnya.

Sarasvati Baktiantoro, Ketua Tim dari Program Studi Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya UGM, menjelaskan bahwa fokus utama mereka bertumpu pada community empowerment lewat penguatan UMKM, pariwisata partisipatif, serta penataan infrastruktur hijau bagi masyarakat nelayan pesisir.

Persiapan matang yang telah dirancang sejak September tahun lalu berhasil memperkuat kemitraan dan jejaring pendanaan mandiri guna memastikan keberlanjutan program pengabdian.

Melalui pergerakan serentak ini, UGM berharap ribuan mahasiswa tersebut bertransformasi menjadi agen perubahan yang solutif dengan menyatukan inovasi akademis dan kearifan lokal.

“Belajarlah bersama rakyat, karena di sanalah banyak pengetahuan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas. Kepada seluruh mahasiswa, berangkatlah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat. Jaga diri, jaga teman, dan jaga persahabatan dengan masyarakat,” pungkas Dr. Arie Sudjito melepas para mahasiswa.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*