Indonesia raih medali emas & Best in Finance di IEO 2026 Shenzhen lewat Wafiq Al Afraz, plus perak dan perunggu.
JAKARTA, KalderaNews.com – Prestasi luar biasa kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di panggung dunia. Tim Delegasi Indonesia berhasil memboyong satu medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, serta penghargaan khusus Best in Finance dalam ajang International Economics Olympiad (IEO) 2026 yang diselenggarakan di Shenzhen, Tiongkok, pada 12–20 Juli 2026.
Kompetisi sains internasional berkelas dunia ini diikuti oleh sekitar 280 pelajar jenjang sekolah menengah dari 56 negara.
BACA JUGA:
- Keren, Siswa Indonesia Raih Medali Emas di International Economics Olympiad (IEO) 2025
- Hebat! Tim Olimpiade Ekonomi Indonesia Sabet Medali di International Economics Olympiad (IEO) 2024
- Selamat! 5 Pelajar SMA Ukir Prestasi di International Economics Olympiad (IEO) 2021
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara pencetak talenta muda berdaya saing global di bidang ekonomi dan keuangan.
Daftar Peraih Medali Delegasi Indonesia di IEO 2026
Para siswa yang mewakili Indonesia berhasil menyisihkan ratusan peserta dari puluhan negara. Berikut rincian capaian para delegasi:
| Nama Peserta | Medali / Penghargaan | Asal Sekolah |
| Wafiq Al Afraz | Medali Emas & Best in Finance | SMAN 10 Padang, Sumatra Barat |
| Muhammad Rafi Qsan Baskoro | Medali Perak | SMA Kharisma Bangsa, Banten |
| Joshua Willson | Medali Perak | SMAK Penabur Gading Serpong, Banten |
| Muhammad Afif Abyan Hasya | Medali Perunggu | SMA Plus Negeri 17 Palembang, Sumatra Selatan |
Kunci Sukses: Konsistensi dan Pembinaan Berkelanjutan
Peraih medali emas dan penghargaan Best in Finance, Wafiq Al Afraz, mengungkapkan rasa syukurnya saat tiba di Tanah Air pada Senin (20/7/2026).
Menurut siswa SMAN 10 Padang ini, kunci keberhasilannya terletak pada proses belajar yang konsisten sejak kelas X dan pantang menyerah meski sempat gagal di tahun sebelumnya.
“Kuncinya adalah belajar secara konsisten setiap hari dan terus memperbaiki diri. Tahun lalu saya belum berhasil menjadi delegasi, tetapi pengalaman itu justru memotivasi saya untuk berlatih lebih giat,” ujar Wafiq.
Sementara itu, Team Leader IEO Indonesia, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa persaingan di IEO menguji penguasaan teori ekonomi, literasi keuangan, hingga penyelesaian studi kasus bisnis yang kompleks.
Oleh karena itu, persiapan matang dilakukan sejak babak seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025.
“Anak-anak Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Selain penguasaan materi ekonomi, kemampuan matematika, bahasa Inggris, dan kesiapan mental menjadi faktor penting. Dengan pembinaan berkelanjutan dari Puspresnas, saya optimistis prestasi Indonesia di tingkat internasional dapat terus meningkat,” jelas Dwi.
Apresiasi Kemendikdasmen Melalui Puspresnas
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
Irene menegaskan bahwa raihan manis ini adalah buah dari ekosistem pembinaan yang terstruktur dan kolaboratif.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para peserta sekaligus buah dari kolaborasi antara pembina, sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang mendukung proses pembinaan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia untuk terus berprestasi di tingkat dunia,” tutur Irene.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan talenta nasional secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Indonesia yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di level global.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply