Sosok dan Profil Pendidikan Joao Angelo De Sousa, Dirut PT Agrinas

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota (KalderaNews/Dok. Agrinas)
Sharing for Empowerment

Simak profil lengkap, rekam jejak pendidikan, hingga sorotan kasus terbaru yang dihadapi Dirut Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota.

JAKARTA, KalderaNews.com – Nama Joao Angelo De Sousa Mota tengah menjadi pusat perhatian publik nasional. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) ini terus menjadi sorotan menyusul berbagai kebijakan strategis serta dinamika operasional yang membayangi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Mulai dari rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India yang sempat menuai protes dari kalangan pengusaha otomotif dan berujung permintaan penundaan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, hingga isu operasional internal perusahaan.

Selaku pemimpin BUMN agribisnis yang vokal, seperti apa sosok, latar belakang, profil pendidikan, serta respons Joao dalam menghadapi riak kontroversi terbaru?

Profil Singkat Joao Angelo De Sousa Mota

Lahir di Dili, Timor Timur pada 20 Februari 1969, Joao tumbuh besar dalam dinamika sosial-politik yang keras. Ia merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara yang memiliki darah campuran Portugis, Angola, dan Timor.

Ayahnya adalah seorang Wedana yang wafat di Angola pada tahun 1976 karena menentang rezim Portugis, sedangkan ibunya merupakan seorang pendidik senior yang mengakhiri karier sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud).

Lingkungan keluarga birokrat dan pendidik inilah yang membentuk karakter tangguh dan kecintaan Joao terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.

Rekam Jejak Pendidikan: Dari Beasiswa Cijantung hingga ke Luar Negeri

Pendidikan menjadi jembatan penting bagi Joao untuk keluar dari situasi konflik di tanah kelahirannya. Berikut adalah garis waktu dan profil pendidikan Joao Angelo De Sousa:

1. Pendidikan Menengah di Cijantung (1989)

Pada tahun 1989, Joao memutuskan hijrah ke Jakarta setelah mendapatkan program beasiswa khusus. Ia menempuh dan menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.

Selama masa sekolah, ia aktif menyalurkan energinya di bidang olahraga bela diri pencak silat hingga sempat mewakili Cimahi di ajang Pra-PON.

2. Studi Hukum di Universitas Nasional (UNAS)

Setelah lulus SMA, Joao melanjutkan pendidikan tingginya di bidang hukum dengan berkuliah di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta.

Di masa kuliah inilah kegemarannya membaca semakin terasah, di mana ia terbiasa menamatkan hingga 100 judul buku dalam kurun waktu satu tahun.

3. Beasiswa Internasional di Tiga Negara

Kecakapan akademis dan visinya membawa Joao berhasil mendapatkan program beasiswa lanjutan ke luar negeri.

Tercatat, ia sempat mengenyam pengalaman pendidikan internasional yang bersentuhan dengan berbagai realitas sosial di tiga negara berbeda: Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Kasus dan Sorotan Terbaru: Dari Salah Hitung Gaji hingga Isu Kipas Angin Rp1,8 T

Sebagai pejabat puncak di Agrinas Pangan Nusantara, Joao tidak lepas dari terjangan kritik publik. Dalam Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII pada Kamis (16/7/2026), Joao secara terbuka mengklarifikasi dua isu krusial yang tengah menerpa perusahaannya:

1. Permintaan Maaf atas Kesalahan Hitung Gaji Pengelola Koperasi

Joao mengakui adanya kesalahan fatal terkait penghitungan upah para pengelola Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Ia menjelaskan bahwa kekeliruan tersebut murni masalah teknis internal karena masih menggunakan sistem input data manual.

“Itu murni kesalahan kami, karena kemarin kami masih menggunakan data manual menggunakan Excel, sehingga orang yang bekerja harusnya 10 hari ternyata cuma dihitung 1 hari. Itu murni kesalahan kami dan kami minta maaf, dan kami lakukan evaluasi,” aku Joao secara terbuka.

Terkait skema upah, Joao menerangkan besaran gaji pengelola idealnya bersumber dari keuntungan koperasi. Terlebih, ada regulasi baru dari Presiden di mana seluruh barang subsidi kini wajib didistribusikan melalui KDKMP.

Sementara untuk kepastian regulasi gaji tingkat manajer, regulasinya masih digodok dan menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan serta Kementerian BUMN.

2. Bantahan Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun

Sorotan tajam lain yang dihadapi Joao adalah rumor mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk Kopdes yang dituding menelan anggaran fantastis hingga Rp1,8 triliun.

Joao menyayangkan narasi tersebut, bahkan mengkritik oknum anggota DPR yang melemparkan isu ke publik tanpa melakukan konfirmasi data yang valid.

Joao menyiratkan bahwa data yang beredar di masyarakat tersebut adalah data “bodong”. Alih-alih hanya berfokus pada satu komoditas, ia meluruskan bahwa Agrinas memang memiliki perencanaan matang yang mencakup 26 jenis sarana dan prasarana demi mendukung operasional digital dan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara utuh di seluruh wilayah Indonesia.

Kontribusi untuk Kedaulatan Pangan

Meskipun sempat mengajukan pengunduran diri ke BPI Danantara pada Agustus 2025 lalu akibat rumitnya birokrasi anggaran, Joao kini tetap kokoh memimpin PT Agrinas Pangan Nusantara. Atas dedikasinya di bidang integrasi dan pertahanan, ia bahkan dianugerahi Penghargaan Dharma Pertahanan Madya oleh Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin pada Februari 2025.

Melalui kombinasi latar belakang hukum yang kuat, ketahanan mental sejak masa kecil di daerah konflik, serta keberaniannya mengevaluasi kesalahan internal secara terbuka, Joao Mota terus berupaya merealisasikan cita-cita swasembada pangan nasional yang diamanatkan oleh pemerintah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*