
Sebuah utas di Threads viral usai wisatawan membagikan pengalaman sewa jasa fotografer Jalan Braga Bandung yang dinilai minim etika.
BANDUNG, KalderaNews.com – Jalan Braga masih menjadi salah satu destinasi wisata ikonik favorit di Kota Bandung. Di sepanjang jalan ini, menjamurnya penyedia jasa fotografer jalanan dengan tawaran tarif murah meriah kerap memikat wisatawan yang ingin mengabadikan momen liburan mereka dengan kamera profesional.
Namun, sebuah unggahan dari akun Threads @ariyanismile mendadak viral setelah menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat menyewa jasa fotografer di kawasan tersebut.
BACA JUGA:
- Selalu Pikat Perhatian Fotografer Dunia, Apa Istimewanya Tradisi Rebutan Gunungan di Yogyakarta?
- Dua Fotografer Indonesia Masuk Jajaran Finalis Kompetisi Foto 75 Tahun PBB
- Skandal Rasisme dan Xenofobia Skuad Les Bleus di Piala Dunia 2026
Alih-alih mendapat liburan yang hemat dan berkesan, ia justru harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah akibat trik komersial sang fotografer yang dinilai minim etika (attitude).
Modus Foto Banyak, Tolak Beri Bonus Meski Bayar Ratusan Ribu
Dalam utasnya, akun @ariyanismile membagikan secuil dari puluhan foto hasil jepretan fotografer Braga tersebut. Awalnya, ia mengaku tergiur karena tarif yang ditawarkan tergolong sangat murah, yakni hanya Rp5.000 per foto.
Ia bersama ibunya merencanakan untuk hanya mengambil 6 hingga maksimal 10 foto saja. Namun, tanpa disadari, fotografer tersebut mengambil gambar mereka dalam jumlah yang sangat banyak dengan berbagai pose dan lokasi.
“Bayangkan, semua terasa bagus saat pilih-pilih foto di tablet. Foto yang mirip dipilih yang terbaik lalu dihapus, ternyata masih banyak,” tulis @ariyanismile.
Kondisi tersebut membuat total tagihan membengkak hingga ratusan ribu rupiah. Karena merasa sudah membayar cukup besar, ibu dari pemilik akun sempat meminta bonus satu foto terakhir yang tersisa, namun permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang fotografer.
Hasil Foto Dikritik Netizen: “Silau dan Mending Pakai HP”
Unggahan tersebut langsung memancing beragam reaksi dari warganet. Menariknya, tidak sedikit netizen yang mengkritik kualitas hasil jepretan kamera profesional milik fotografer tersebut yang dinilai tidak sebanding dengan harga yang harus dibayar.
Beberapa akun seperti @gyz_photo.id berkomentar, “Silau fotonya,” yang kemudian diaminkan oleh pemilik akun terkait salah satu foto di tiang lampu Braga. Sementara akun @sibobo menulis, “Bagusan pake HP aja ini sih, mode portrait bisa ada blur-blur di background-nya dikit.”
Pemilik akun @ariyanismile menjelaskan bahwa alasan ia terpaksa menggunakan jasa tersebut adalah karena situasi Jalan Braga yang saat itu sangat ramai, sehingga sulit untuk berfoto sendiri menggunakan ponsel.
Di sisi lain, beberapa warganet menyarankan agar wisatawan lebih baik membawa tripod sendiri agar terhindar dari pemerasan terselubung.
Namun, pemilik akun mengaku sempat terkendala sistem pembaruan antarmuka ponsel pintarnya yang tidak kompatibel dengan beberapa produk tongsis atau tripod di pasaran.
Netizen Bandung Menyayangkan Sikap Fotografer yang Minim Etika
Kekisruhan ini juga memicu kekhawatiran dari warga lokal Bandung sendiri. Banyak yang menyayangkan sikap oknum fotografer jalanan tersebut karena dinilai dapat merusak citra ramah wisata Kota Kembang.
“Sebagai orang Bandung asa gimana yaaa. Nanti orang-orang yang mau foto di Braga pakai kamera proper disangkain mau ngambil customernya lagi,” tulis akun @fanydian mengekspresikan kekhawatirannya.
“Iya kuncinya semua saling menghargai dan harus ber-attitude. Ya contohnya FG (fotografer) itu kan kurang attitudenya,” tambahnya.
Meski demikian, tidak semua fotografer jalanan di Braga memiliki tabiat yang sama. Akunt Threads lainnya, @lindaaaakomalasari, justru membagikan pengalaman sebaliknya, “Alhamdulillah berarti saya waktu itu nemu mas-mas yang baik, habis 50 ribu dibonusin lagi.”
Kasus yang viral ini menjadi pelajaran penting bagi para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata populer untuk selalu bersikap tegas di awal kesepakatan jumlah foto, guna menghindari pembengkakan biaya tak terduga dari strategi komersial oknum penyedia jasa.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply