
NUS raih peringkat 1 Asia Tenggara bidang kedokteran versi QS 2026. UI jadi yang terbaik di Indonesia. Simak daftar & indikatornya!
JAKARTA, KalderaNews.com – Memilih perguruan tinggi untuk pendidikan kedokteran merupakan salah satu keputusan paling krusial bagi masa depan anak.
Jurusan kedokteran menuntut masa studi yang panjang, iklim akademik yang ketat, serta investasi finansial dan emosional yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, memastikan calon dokter muda belajar di universitas dengan reputasi global, fasilitas riset mumpuni, serta jaringan akademis yang kuat menjadi fondasi penting untuk mencetak tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing internasional.
BACA JUGA:
- Kemenkes Buka Beasiswa S1 Kedokteran ke Jepang, Bisa Kuliah Gratis 6 Tahun!
- Berapa Tahun Kuliah Kedokteran? Simak Tahapan dan Estimasi Biayanya
- Cuan Haram Joki UTBK Surabaya, Tembus 75 Juta demi Lulus Kedokteran!
Sebagai salah satu panduan objektif bagi para orang tua dan calon mahasiswa, Quacquarelli Symonds (QS) kembali merilis pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026: Medicine.
Dalam rilis terbaru ini, National University of Singapore (NUS) mengukuhkan posisinya sebagai universitas dengan bidang kedokteran (Medicine) terbaik di Asia Tenggara. NUS berhasil menduduki peringkat ke-17 dunia sekaligus menjadi satu-satunya perguruan tinggi di kawasan regional yang menembus jajaran 20 besar global.
Posisi kedua ditempati oleh Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore) di peringkat ke-85 dunia, disusul oleh Universiti Malaya (Malaysia) di urutan ke-124 dunia.
Sementara itu, Indonesia menempatkan Universitas Indonesia (UI) sebagai kampus medis terbaik di tanah air. Fakultas Kedokteran UI berada di kelompok peringkat 251–300 dunia, menduduki peringkat pertama di Indonesia dan posisi keenam di tingkat Asia Tenggara.
Daftar 10 Perguruan Tinggi Kedokteran Terbaik di Asia Tenggara
Pemeringkatan yang dirilis pada 25 Maret 2026 ini menyaring hampir 850 institusi kedokteran dari seluruh dunia. Berikut adalah komposisi 10 besar untuk wilayah Asia Tenggara:
| Peringkat Regional | Nama Universitas | Negara | Peringkat Global (QS Subject 2026: Medicine) |
| 1 | National University of Singapore (NUS) | Singapura | #17 |
| 2 | Nanyang Technological University (NTU) | Singapura | #85 |
| 3 | Universiti Malaya (UM) | Malaysia | #124 |
| 4 | Mahidol University | Thailand | #133 |
| 5 | Chulalongkorn University | Thailand | #177 |
| 6 | Universitas Indonesia (UI) | Indonesia | 251–300 |
| 6 | Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) | Malaysia | 251–300 |
| 6 | Universiti Sains Malaysia (USM) | Malaysia | 251–300 |
| 9 | Universiti Putra Malaysia (UPM) | Malaysia | 301–350 |
| 9 | University of the Philippines | Filipina | 301–350 |
Peta Kekuatan Perguruan Tinggi Kedokteran Regional
- Singapura (Dominasi Papan Atas): Mampu menguasai dua peringkat tertinggi regional melalui NUS (#17) dan NTU (#85). NUS Medicine turut mencatatkan rekor sebagai institusi kedokteran peringkat pertama di seluruh Benua Asia.
- Malaysia (Wakil Terbanyak): Memimpin secara kuantitas dengan mengirimkan 4 universitas ke dalam daftar 10 besar kawasan, dipimpin oleh Universiti Malaya (#124).
- Thailand (Tren Positif): Menunjukkan kenaikan performa riset yang signifikan. Mahidol University naik dari posisi ke-148 (2025) ke #133 (2026), sementara Chulalongkorn University melompat dari kelompok 201–250 menuju peringkat #177 dunia.
- Indonesia & Filipina: Masing-masing diwakili oleh UI (kelompok 251–300) dan University of the Philippines (kelompok 301–350).
Metodologi Penilaian QS Subject Rankings: Medicine
QS menyusun pemeringkatan disiplin ilmu Kedokteran berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap kinerja institusi, bukan penilaian individual terhadap mata kuliah, rumah sakit pendidikan, maupun izin praktik profesi dokter. Terdapat 5 indikator utama yang digunakan:
- Reputasi Akademik (40%): Bobot terbesar yang diperoleh dari survei global terhadap para akademisi terkait kualitas pengajaran dan riset.
- Sitasi per Publikasi (20%): Mengukur dampak serta jangkauan pengutipan karya ilmiah medis yang dihasilkan.
- H-Index (20%): Mengukur produktivitas dan kepakaran produktif para peneliti dan akademisi di institusi tersebut.
- Reputasi Pemberi Kerja / Employer Reputation (10%): Penilaian dunia kerja dan institusi kesehatan terhadap kualitas para lulusan.
- Jaringan Riset Internasional / IRN (10%): Efektivitas dan keberlanjutan kolaborasi penelitian medis lintas negara.
Pemeringkatan indikator berbasis reputasi dan riset ini dapat dijadikan panduan acuan kualitas akademis global, namun tetap perlu dipisahkan dari akreditasi lokal maupun izin penyelenggaraan profesi dokter di tiap-tiap negara.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply