
Kemendikdasmen prioritaskan revitalisasi sekolah terdampak gempa Flores 2026, kucurkan Rp860 juta dan bantuan logistik darurat.
NTT, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan satuan pendidikan yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masuk dalam daftar prioritas program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo pada Senin (24/8).
BACA JUGA:
- UI Tegaskan 6 Mahasiswa Psikologi Dampingi Wapres ke NTT Tanpa Honor
- Tenda dan Moda Darurat di 1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT
- 512 Sekolah di 7 Kabupaten Terapkan Kurikulum Darurat Pasca Bencana NTT
Langkah cepat ini menjadi komitmen pemerintah dalam menjamin keberlangsungan akses pendidikan yang aman dan layak bagi para siswa di kawasan terdampak musibah.
Penyaluran Bantuan Darurat dan Logistik Dasar
Selain agenda pemulihan jangka panjang, Kemendikdasmen bergerak tanggap menyalurkan bantuan awal untuk satuan pendidikan dan warga sekolah terdampak di Kabupaten Nagekeo serta Ngada.
Bantuan logistik darurat yang disalurkan meliputi:
- Buku Nonteks: 9.400 eksemplar
- School Kit: 495 paket
- Family Kit: 30 paket
- Pakaian & Makanan: 1.000 kaos dan 1.650 paket makanan
- Dukungan Dana Tunai: Voucher senilai Rp860 juta untuk 61 sekolah terdampak
“Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti di SDK Rowa.
Alur dan Tahapan Program Revitalisasi Sekolah
Untuk memulihkan infrastruktur pendidikan secara optimal, Kemendikdasmen menjalankan mekanisme verifikasi ketat sebelum tahapan fisik dimulai.
- Pendataan & Verifikasi: Tim teknis mendata tingkat kerusakan fasilitas sekolah sebagai dasar penentuan skala prioritas dan kebutuhan anggaran.
- Penyusunan Dokumen & PKS: Setelah perhitungan selesai, disiapkan dokumen penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
- Pencairan Anggaran: Pembangunan fisik segera berjalan setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan disalurkan ke sekolah target.
Harapan Fasilitas Pendidikan Tahan Gempa
Rencana pemulihan ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah setempat. Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap keselamatan anak didik di daerah rawan bencana.
Pihak sekolah berharap proses konstruksi mendatangkan bangunan berstandar tahan gempa, guna menghilangkan rasa trauma para siswa sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung aman dan kondusif.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply