
Kemendikdasmen tangani 1.378 sekolah terdampak gempa Flores NTT. 116 ribu murid belajar darurat via BDR, tenda kelas, hingga bantuan psikososial.
JAKARTA, KalderaNews.com – Bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 15 Agustus 2026 berdampak besar terhadap sektor pendidikan.
Data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 20 Agustus 2026 mencatat sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak di tujuh kabupaten, memengaruhi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.
BACA JUGA:
- 512 Sekolah di 7 Kabupaten Terapkan Kurikulum Darurat Pasca Bencana NTT
- Wapres Gibran Boyong Mahasiswa UI ke NTT Respons Bencana
- Inilah Sebaran Kerusakan Sekolah dan Wilayah Terparah Gempa NTT
Bencana ini juga menelan korban jiwa sebanyak 72 orang, termasuk tiga murid dan satu guru. Selain itu, lebih dari 80 ribu warga mengungsi, di mana sekitar 38 ribu di antaranya merupakan warga sekolah.
Sebaran Moda Pembelajaran Darurat di NTT
Untuk menjamin keselamatan warga sekolah dari potensi gempa susulan dan bangunan roboh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendata kebijakan moda belajar bagi 116.324 murid terdampak:
- Belajar Dari Rumah (BDR): Menerapkan skema BDR di pengungsian/rumah bagi 923 sekolah.
- Pembelajaran Daring: Dilaksanakan oleh 171 sekolah.
- Kelas Darurat (Tenda): Digunakan oleh 35 sekolah.
- Pembelajaran Tatap Muka (PTM): Tetap dilakukan terbatas oleh 30 sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa Kemendikdasmen memprioritaskan keselamatan sekaligus keberlanjutan hak belajar anak melalui Panduan Pembelajaran di Masa Darurat.
Kebijakan ini menekankan materi esensial, literasi-numerasi dasar, dan pemulihan psikososial yang dapat diakses melalui portal Rumah Pendidikan hingga berakhirnya masa darurat pada 28 Agustus 2026.
Kerusakan Fisik Satuan Pendidikan
Dari total 8.664 ruang kelas yang terdata di daerah terdampak, tingkat kerusakan infrastruktur mencakup:
| Kategori Kerusakan | Jumlah Fasilitas Terdampak |
| Ruang Kelas Rusak (Total) | 5.521 ruang (63,7%) |
| Ruang Kelas Rusak Berat/Total | 2.229 ruang |
| Satuan Pendidikan Rusak Berat | 502 sekolah |
| Fasilitas Lain Terdampak | Laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan rumah dinas guru |
Penyaluran Bantuan dan Langkah Pemulihan Kemendikdasmen
Sejak 16 Agustus 2026, tim Kemendikdasmen telah bergerak dari Labuan Bajo menuju wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, hingga Sikka untuk mendistribusikan logistik pemulihan:
- Tenda Kelas Darurat: 100 unit tenda ruang kelas disalurkan secara bertahap untuk sekolah rusak berat.
- Perlengkapan Belajar & Logistik: Distribusi 800 school kit awal (menuju target 5.000 school kit), 1.500 family kit, 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 123.522 buku, 6.238 mebelair, serta 3.956 papan tulis.
- Dukungan Psikososial: Pendampingan kesehatan mental bagi murid dan guru bekerja sama dengan Himpunan Psikologi, MDMC, serta mitra perguruan tinggi.
- Transparansi Data: Pendataan berkala terintegrasi langsung secara terbuka melalui portal data BNPB untuk percepatan penyaluran bantuan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply