BEM UI Ajak Masyarakat Susun Tuntutan Jelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

BEM UI mengajak masyarakat menyampaikan keresahan dan aspirasi untuk menyusun tuntutan bersama menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. (Kalderanews.com/Instagram @bemui_official)
Sharing for Empowerment

BEM UI mengajak masyarakat menyampaikan keresahan dan aspirasi untuk menyusun tuntutan bersama menjelang dua tahun pemerintahan.

JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi dan keresahan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026.

Ajakan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @bemui_official dalam unggahan bertajuk “Bantu Kami Susun Tuntutan Rakyat!”.

Melalui inisiatif ini, BEM UI ingin menghimpun berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat untuk dirumuskan menjadi tuntutan bersama.

BACA JUGA:

BEM UI Himpun Aspirasi untuk Susun Tuntutan Bersama

Dalam unggahannya, BEM UI menyebut pengumpulan aspirasi diperlukan karena berbagai persoalan struktural masih memengaruhi kehidupan masyarakat menjelang dua tahun pemerintahan berjalan.

Isu yang menjadi perhatian antara lain kenaikan harga kebutuhan pokok, ketidakpastian pekerjaan, komersialisasi pelayanan publik, tindakan represif terhadap kebebasan berpendapat, serta kerusakan lingkungan.

“Jangan pernah lupa bahwa berbagai kebijakan negara kian menentukan nasib rakyat sehari-hari,” tulis BEM UI dalam unggahan tersebut.

BEM UI mengakui gerakan mahasiswa masih memiliki sejumlah kekurangan, termasuk dalam merumuskan tuntutan yang mampu mewakili persoalan masyarakat secara luas.

Oleh sebab itu, mereka mengajak masyarakat ikut berkontribusi dengan menyampaikan pengalaman, keresahan, serta aspirasi konkret melalui formulir yang telah disediakan.

Menurut BEM UI, masukan masyarakat akan dihimpun sebagai bahan penyusunan tuntutan bersama. Proses tersebut juga akan mengacu pada kajian dan pemantauan isu yang telah dilakukan oleh mahasiswa.

“Seluruh masukan yang terkumpul akan diolah secara anonim dan dijadikan dasar penyusunan tuntutan bersama dengan kajian yang telah dibuat. Pilihan disusun berdasarkan isu yang dimonitor secara berkala,” jelas BEM UI.

Pengolahan secara anonim dimaksudkan agar aspirasi yang masuk dapat dihimpun tanpa mencantumkan identitas pengirim dalam proses penyusunannya.

Cara Menyampaikan Aspirasi ke BEM UI

Masyarakat yang ingin menyampaikan kritik, keresahan, maupun usulan terkait berbagai persoalan publik dapat mengisi formulir melalui tautan berikut:

bemui.link/MenjaringTuntutanRakyat

Aspirasi yang terkumpul nantinya akan menjadi salah satu bahan bagi mahasiswa untuk merumuskan tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah dalam momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

BEM UI selama ini juga dikenal menggelar aksi demonstrasi di Jakarta. Salah satu lokasi yang kerap menjadi titik penyampaian aspirasi adalah kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Namun, pelaksanaan aksi di kawasan tersebut pernah menghadapi pembatasan akses dari kepolisian. Pihak kepolisian menyebut kawasan itu merupakan pusat kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat serta memiliki sejumlah objek vital.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


7 views