
BRIN dorong generasi muda tidak cuma jadi pengguna AI, tapi ciptakan inovasi dan karya bisnis. Cek pesannya di sini!
JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong generasi muda Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pengguna (digital user) teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), melainkan mampu menciptakan inovasi dan bisnis kreatif yang menjawab permasalahan masyarakat.
BACA JUGA:
- Ngeri! 1 Prompt ChatGPT ‘Sedot’ 50 ml Air, Data Center Ancam Waduk
- Zankore AI Factory di Batang Kuras 9 Juta Liter Air/Hari, Warga Jateng Terancam?
- Heboh Pusat Data AI Rp3,5 T Sedot Air, Dedi Mulyadi Buka Suara
Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM BRIN, Driszal Fryantoni, dalam acara Inacraft 2026 Talkshow Session 2: The Future of Youth is Sustainability & Digital di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta (08/10/2026).
AI Sebagai Alat Dongkrak Bisnis dan Ide Kreatif
Driszal mengungkapkan bahwa lompatan teknologi AI telah mengubah berbagai sendi kehidupan dan membuka peluang emas bagi anak muda untuk mengembangkan bisnis, pembuatan konten, hingga pencarian solusi atas krisis lingkungan.
“Masa depan sebenarnya sudah dimulai sejak saat ini. Perkembangan AI telah mengubah berbagai aspek kehidupan dan membuka peluang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan ide serta menciptakan solusi. Jangan hanya menjadi digital user, tetapi harus bisa menciptakan dan menggunakan AI sebagai tools,” ujar Driszal Fryantoni.
Ia menambahkan agar generasi muda tidak perlu takut terhadap kritik maupun kendala belum tersedianya prototype saat mengeksekusi ide inovasi.
| Poin Utama BRIN untuk Gen Z | Arahan & Implementasi Inovasi |
| Mentalitas Teknologi | Memandang AI sebagai mitra (copilot) peningkat potensi diri, bukan ancaman yang ditakuti. |
| Eksplorasi Bisnis | Memanfaatkan AI untuk otomatisasi ide kreatif, pembuatan konten, serta penguatan strategi UMKM. |
| Keberanian Berinovasi | Berani mengeksekusi gagasan tanpa terbebani ketiadaan prototype awal atau ketakutan akan kritik. |
| Keberlanjutan (Sustainability) | Mengintegrasikan teknologi digital dengan bahan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah limbah. |
Kolaborasi BRIN dan ASEPHI: Dorong Daya Saing Kriya Nasional
Selain Driszal, talkshow tersebut juga menghadirkan Direktur Pengembangan Kapabilitas Kewirausahaan dan Industri PPK GNIK, Indrijati Rahayoeningtyas, serta para Co-Founder muda berprestasi seperti Melia Winata, Asyfa Fuadi, dan Falahy Muhamad yang membagikan pengalaman memanfaatkan limbah industri menjadi produk bernilai tambah.
Sebagai langkah konkret mendorong ekosistem inovasi, BRIN resmi menandatangani naskah kerja sama dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, Budi Prawara, bersama Ketua Umum ASEPHI, Hatman.
Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan hasil riset dan inovasi guna meningkatkan daya saing serta kualitas produk seni kriya nasional di pasar global.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply