Viral Oknum “Wartawan” Intimidasi dan Peras Kepsek di Sukabumi

Tangkapan layar video viral seorang oknum mengaku wartawan melakukan intimidasi pada Kepala Sekolah SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi
Tangkapan layar video viral seorang oknum mengaku wartawan melakukan intimidasi pada Kepala Sekolah SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi (KalderaNews/Malena)
Sharing for Empowerment

Heboh unggahan Threads seputar dugaan pemerasan oknum wartawan ke Kepala Sekolah SDN 2 Sukaraja. Warganet murka.

SUKABUMI, KalderaNews.com – Sebuah unggahan di platform media sosial Threads mendadak viral usai membeberkan dugaan aksi intimidasi dan pemerasan yang dilakukan seorang oknum mengasnamakan pers terhadap Kepala Sekolah SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kabar tersebut diungkap oleh pemilik akun @rifbold_15 yang menceritakan pengalaman miris sang ibu saat didatangi oknum yang mengaku berasal dari media Indoglobe Sukabumi.

BACA JUGA:

“Ibu saya seorang kepala sekolah di sdn 2 sukaraja kabupaten sukabumi, hari ini mendapatkan ancaman intimidasi dari salah satu oknum wartawan yang mengatas namakan media indoglobe sukabumi, beliau mengancam sambil menunjuk nunjuk ibu saya meminta sejumlah uang untuk membeli koran media tersebut, adakah warga threads yg bisa membantu menangkap atau mem viralkan orang ini, warga bantu #polressukabumi #pgri #dinaspendidikan” tulis akun @rifbold_15.

Gelombang Amarah dan Komentar Netizen di Threads

Unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam reaksi warganet. Banyak netizen yang mengecam tindakan oknum tersebut, membagikan pengalaman serupa terkait praktik “wartawan bodrex”, hingga menyindir kelakuan pelaku:

  • @zali.ahmad.75: “Tetangga gue banget ini, tiap kali ada dana bos turun, langsung nyamperin ke tiap sekolah minta jatah. Mana mukanya butek banget sama”
  • @muhammad.ms17: “Bapak aing @kdm_jawabarat mana,, ne ada kasus di daerah sendiri,,, jgn daerah org yg diurusin….”
  • @hi.imnuii: “Ngomong aja ga jelasss kayak orang kumur kumur wkwk”
  • @floriyanaindra: “Media lokal vs Thread lebih viral mana coba wkwk”
  • @keluarga_berpetualang: “Jadi inget pas ngobrol sama almarhum kepala sekolah di tempat saya mengajar dulu, preman bodrex namanya yang begini, suka malakin kepala sekolah. Ada aja yang dateng begini nih.”
  • @mangsholeh: “Gini amat cari duit. Jadi kaya juga kagak. Biasanya hidupnya masih blangsak aja. Ga berkah”
  • @ummarunos: “Bapak saya dulu juga bendahara di sekolah bagian tata usaha. Wartawan model beginian sering datang, embel2 disuruh beli korannya yang ternyata minta duit gaesss.. terpaksa dibeli sama bapak pake uang sekolah karena kalo ga dibeli, sekolahan tempat bapak kerja nanti dibikin berita negatif. Haha preman berkedok wartawan, benalu!”
  • @irsan_awox: “Ohh itu mah WA.. Wartawan Amplop 🤣”
  • @bimasaditya: “sekolah jangan takut yuk sama wartawan, banyak banget wartawan begini bahkan ada yang dipelihara, dinas pun takut. Cuekin aja jangan mau kasih uang. Ngamuk atau ngancam videoin aja”
  • @sudrajatasep17: “Sukabumi = 1001 Ormas. 1001 wartawan”
  • @galihambareza: “Aduhhhh tolong bagi yang di sukabumi ludahin itu aki-aki bodrex”
  • @priyopratama29: “Etamah WTS (Wartawan Tanpa Surat kabar). Kitu tah lamun beasna tos seep. Milarian mangsa wkwk”

Tagih Uang Langganan Media?

Seorang pria berinisial A yang mengaku sebagai wartawan mendatangi SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, untuk meminta uang langganan media bulanan sebesar Rp100.000 untuk bulan September.

Namun, Kepala Sekolah Siti Julaeha menjelaskan bahwa pihak sekolah belum dapat memenuhi permintaan tersebut karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair.

Ketidakmampuan sekolah membayar seketika membuat pelaku naik pitam hingga marah-marah dan menunjuk-nunjuk Kepala Sekolah.

Aksi brutal tersebut bahkan berujung pada perampasan telepon seluler milik seorang guru yang berusaha merekam tindakan intimidasi oknum tersebut, hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Sukaraja pada Senin (31/8/2026).

Maraknya Praktik “Wartawan Bodrex” dan Imbauan Hukum

Aksi meminta uang secara paksa dengan dalih penjualan media atau ancaman pembuatan berita negatif bukanlah produk jurnalistik, melainkan tindakan kriminal murni berkedok pemerasan.

Dewan Pers dan pihak kepolisian berulang kali mengingatkan pihak sekolah untuk tidak takut dan segera melaporkan oknum-oknum yang meresahkan dunia pendidikan tersebut ke kantor polisi terdekat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


130 views