BGN Kena Gocek dan Dibohongi SPPG Sukabumi di Kasus 151 Anak Keracunan

Keracunan MBG di Bandung Barat
Keracunan MBG di Bandung Barat (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

BGN suspend SPPG Cikujang 1 Sukabumi selama sebulan! 151 siswa & guru keracunan Makan Bergizi Gratis akibat telat lapor & makanan basi.

SUKABUMI, KalderaNews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 151 orang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik di SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibat jeda waktu pelaporan yang disembunyikan serta indikasi pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), BGN resmi menjatuhkan sanksi penghentian sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikujang 1 selama 30 hari.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN, Firman Julyansah, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam lantaran pihak pengelola dan sekolah terlambat menyampaikan informasi krusial kepada instansi pusat.

BACA JUGA:

“Jadi saya merasa dibohongi. Karena informasi yang saya terima tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Firman.

Kronologi Keterlambatan Pelaporan dan Pemusnahan Sampel Makanan

Berdasarkan investigasi lapangan, gejala awal seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut sejatinya sudah dirasakan oleh para siswa sejak Kamis (1/10/2026) dan Jumat (2/10/2026).

Namun, pihak sekolah baru melaporkan kejadian tersebut kepada pihak SPPG pada Senin (5/10/2026) sore, dan laporan resmi baru diterima oleh BGN pada Rabu (7/10/2026) siang.

Akibat jeda waktu pelaporan yang terlampau panjang, uji laboratorium forensik makanan menjadi terhambat total:

  • Pemusnahan Sampel: Sampel makanan baik di sekolah maupun di SPPG telah dimusnahkan karena melewati batas penyimpanan SOP (expired time sampel 2×24 jam).
  • Indikasi Lalai: Hasil observasi menunjukkan adanya pelanggaran waktu konsumsi. Pada label ompreng, batas kedaluwarsa (expired time) tertulis maksimal pukul 13.00 WIB, namun makanan baru dikonsumsi oleh para siswa sekitar pukul 15.00 WIB.

Data Korban dan Temuan Daging Ayam Woku Berdarah

Staf Humas SMKN 1 Gunungguruh, Anas Nasrudin, memaparkan bahwa total korban terdampak mencapai 151 orang, yang terdiri dari 125 peserta didik serta 26 tenaga pendidik dan kependidikan.

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan berupa olahan ayam woku pada hari Kamis, serta dimsum mentai, potato wedges, sayur kol, dan susu pada hari Jumat.

Anas bahkan mengaku sempat mencicipi menu ayam woku pada hari kejadian dan mendapati kondisi olahan daging yang belum matang sempurna serta masih berdarah.

Fakta Insiden MBG SukabumiDetail Keterangan & Catatan Investigasi
Jumlah Korban151 orang (125 siswa, 26 guru & staf kependidikan).
Menu BermasalahOlahan ayam woku (tidak matang sempurna / berdarah) & dimsum mentai.
Sanksi BGNSPPG Cikujang 1 di-suspend selama 30 hari terhitung sejak Rabu sore (7/10/2026).
Kondisi KorbanMayoritas sudah pulih lewat perawatan mandiri/medis, sisa 12 siswa masih dalam pemulihan.

Meski sebagian besar korban telah berangsur pulih dan kembali beraktivitas, BGN memastikan evaluasi total terhadap rantai pasok dan kualitas pengolahan makanan pada program MBG akan diperketat guna menjamin keselamatan para penerima manfaat di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


24 views