
Tim siswa Indonesia raih 61 medali di IMSO ke-23 tahun 2026. Capaian 6 emas melampaui prediksi! Cek kisah suksesnya di sini.
JAKARTA, KalderaNews.com – Tim siswa Indonesia berhasil mengukir prestasi gemilang yang melampaui ekspektasi dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 tahun 2026.
Dalam kompetisi tingkat dunia yang mempertemukan talenta muda terbaik di bidang matematika dan sains tersebut, skuad Indonesia berhasil memboyong total 61 medali.
BACA JUGA:
- Prestasi Menurun! Tak Ada Medali Emas dari Olimpiade Astronomi IOAA 2026
- Selamat, Inilah Pemenang Medali Emas OPSI 2026 Jenjang SMP/MTs Sederajat
- Selamat! Inilah Pemenang Medali Emas OPSI 2026 Jenjang SMA/MA/SMK/MAK Sederajat
Pencapaian fantastis ini terdiri dari 6 medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu, sebuah hasil yang mengejutkan sekaligus membanggakan bagi tim official Indonesia.
Hasil di Luar Prediksi: 6 Medali Emas Melesat
Team Leader Indonesia pada IMSO-23, Muchammad Fachri, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan para siswa. Hasil yang diraih terbukti melampaui target awal yang diperkirakan.
“Ini sesuatu yang patut kita syukuri. Hasilnya sungguh di luar prediksi. Kami tidak menyangka akan mendapat sebanyak ini, tapi Indonesia mendapat banyak medali. IMSO itu membutuhkan kerja keras, bukan hanya satu atau dua bulan, tapi bisa bertahun-tahun,” ujar Fachri, Jumat (9/10/2026).
| Bidang Olimpiade | Medali Emas | Medali Perak | Medali Perunggu | Total Medali |
| Matematika | 4 | 13 | 14 | 31 |
| Sains | 2 | 14 | 14 | 30 |
| TOTAL | 6 | 27 | 28 | 61 |
Kisah Inspiratif Peraih Emas: Manajemen Tekanan dan Kerja Keras
Keberhasilan Indonesia tidak terlepas dari mentalitas baja para peserta muda di panggung internasional:
1. Aiden Gracio (SD Witama Plus Srikandi Pekanbaru) – Medali Emas Matematika
Siswa kelas VI SD ini menekankan pentingnya mengendalikan diri saat berkompetisi agar tidak gundah akibat beban mental.
“Saya sangat senang dan bangga, kerja keras kami akhirnya terbayarkan. Penting sekali mengelola tekanan saat lomba. Jangan sampai tekanan mengambil alih, karena hasilnya bisa turun—dari yang seharusnya emas bisa menjadi perak,” ungkap Aiden.
2. Laudya Senja Madinah Alisjahbana (SDIA 61 Summarecon Serpong) – Medali Emas Sains
Bagi Laudya, kompetisi bukan sekadar mengejar status sebagai yang terbaik, melainkan proses belajar dan memaksimalkan potensi diri.
“Yang penting kalian sudah berusaha, tidak perlu kalian menjadi yang terbaik, namun kalian harus memaksimalkan kerja keras agar mendapatkan hasil yang kalian inginkan,” pesan Laudya.
Pembelajaran Bagi Generasi Muda
Kemenangan tim Indonesia di IMSO-23 menjadi bukti nyata bahwa prestasi internasional lahir dari konsistensi, persiapan panjang, dan pengelolaan mental bertanding yang matang. Fachri berharap pencapaian ini dapat menginspirasi siswa-siswi di seluruh Indonesia untuk tidak mudah menyerah dan terus mengejar mimpi di berbagai bidang akademik maupun non-akademik.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply