IHSG Anjlok, Foreign Net Sell Tembus Rp101 T, Begini Respon BEI!

Ilustrasi: Harga saham turun. (Ist.)
Harga saham turun (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

Asing lepas saham hingga Rp101 T di 2026 dan tekan IHSG ke 6.071. Simak tanggapan Dirut BEI mengenai gelombang net sell ini!

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memuncak seiring derasnya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan Rabu (30/9/2026), IHSG ditutup melemah 50,56 poin atau 0,83% ke level 6.071,13.

Aksi lego saham oleh investor asing tercatat mencapai Rp1,61 triliun di seluruh pasar hanya dalam satu hari pada 30 September 2026.

SIMAK JUGA: Aturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Merah Hingga Asing Kabur Rp1,5 T!

Angka ini melonjak tajam dibanding hari sebelumnya (29/9) yang sebesar Rp777,2 miliar, sehingga akumulasi net sell dua hari berturut-turut menembus Rp2,38 triliun.

Menanggapi fenomena pelepasan saham secara masif tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasannya.

Tanggapan BEI Soal Derasnya Net Sell Asing

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa pihak bursa tidak memiliki kewenangan untuk memberikan analisis teknis maupun fundamental terkait pergerakan arus modal asing. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya merupakan domain para analis pasar modal.

“Kami di Bursa tentu tidak melakukan analisis terhadap pasar untuk kami sampaikan. Tentu teman-teman analis yang lebih berkompeten untuk menyampaikan analisis terkait dengan pasar,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Jeffrey menegaskan bahwa fokus utama BEI saat ini adalah memastikan seluruh infrastruktur, mekanisme perdagangan, dan sistem pengawasan berjalan secara transparan dan optimal.

“Selama itu adalah mekanisme pasar, karena kami kan tugasnya adalah menyediakan infrastruktur perdagangan. Jadi kami selalu memastikan infrastruktur perdagangan dan pengawasan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Saham Big Cap Paling Banyak Dilepas Asing

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) menjadi sasaran utama aksi jual investor asing pada perdagangan 30 September 2026:

  • TLKM: Net sell Rp215,56 miliar
  • BMRI: Net sell Rp205,93 miliar
  • BBCA: Net sell Rp176,30 miliar
  • ASII: Net sell Rp98,47 miliar
  • BBRI: Net sell Rp78,89 miliar

Secara akumulatif sepanjang tahun 2026 hingga pekan ketiga September, total net sell investor asing di pasar reguler diperkirakan telah menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp101 triliun.

Tekanan ini turut menyeret kinerja IHSG yang terkoreksi hingga sekitar 25% year-to-date (YTD).

Saham Pilihan yang Masih Dikoleksi Asing

Meski gelombang penjualan terbilang deras, tidak semua saham dilepas oleh investor asing. Pada perdagangan yang sama (30/9), asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) signifikan pada beberapa saham sektor komoditas dan alat berat:

  1. PT United Tractors Tbk (UNTR): Net buy Rp81,99 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Net buy Rp65,90 miliar

SIMAK JUGA: Apa Itu Short Selling, Pahami Syarat Modal Rp50 Juta dan Aturan Mainnya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 views