
Sejarah Hadiah Nobel & daftar lengkap pemenang Nobel Kedokteran 2011–2026 beserta terobosan medis terkini.
JAKARTA, KalderaNews.com – Setiap tahunnya, Penghargaan Nobel (Nobel Prize) menjadi apresiasi tertinggi global bagi para ilmuwan, peneliti, dan tokoh yang memberikan kontribusi luar biasa bagi kemanusiaan.
Penghargaan bergengsi ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari wasiat seorang industrialis sekaligus penemu dinamit asal Swedia, Alfred Nobel.
BACA JUGA:
- Kapan Hadiah Nobel 2026 Diumumkan? Simak Jadwal Lengkap dan Waktunya
- Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel Raih Nobel Kedokteran 2026 Atas Penemuan Optogenetika
- Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kedokteran 2025: Ungkap “Satpam” Sistem Kekebalan Tubuh
Pada 27 November 1895, Alfred Nobel menandatangani wasiat resminya di Swedish-Norwegian Club di Paris. Wasiat inilah yang menjadi landasan hukum pembentukan Penghargaan Nobel yang diserahkan pertama kali pada tahun 1901.
Struktur & Lembaga Penentu Penghargaan Nobel
Sejak 1901, Penghargaan Nobel menganugerahkan prestasi di lima bidang utama. Pada tahun 1968, Sveriges Riksbank (Bank Swedia) menambahkan satu kategori baru untuk mengenang pendiri penghargaan ini.
| Kategori Nobel | Lembaga Penentu Pemenang (Awarding Body) |
| Fisika | Royal Swedish Academy of Sciences |
| Kimia | Royal Swedish Academy of Sciences |
| Fisiologi atau Kedokteran | Nobel Assembly at Karolinska Institutet |
| Sastra | Swedish Academy |
| Perdamaian | Komite Khusus Penunjukan Norwegian Storting |
| Ilmu Ekonomi (Sejak 1968) | Royal Swedish Academy of Sciences |
Terobosan Nobel Kedokteran 2026
Majelis Nobel di Karolinska Institutet resmi menganugerahkan Penghargaan Nobel Kedokteran 2026 kepada tiga ilmuwan terkemuka—Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel—atas terobosan fundamental mereka dalam menemukan saluran ion yang diaktifkan oleh cahaya (light-gated ion channels) serta merintis pengembangan metode optogenetika (optogenetics)
Rekap Peraih Nobel Kedokteran Masa ke Masa (2011–2025)
Berikut adalah rekam jejak inovasi ilmiah peraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran selama kurun waktu lebih dari satu dekade:
- 2026 – Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel atas terobosan fundamental mereka dalam menemukan saluran ion yang diaktifkan oleh cahaya (light-gated ion channels) serta merintis pengembangan metode optogenetika (optogenetics)
- 2025 – Mary E. Brunkow, Fred Ramsdell (AS), & Shimon Sakaguchi (Jepang)Penemuan mekanisme toleransi kekebalan perifer sebagai pencegah penyakit autoimun.
- 2024 – Victor Ambros & Gary Ruvkun (AS)Penemuan RNA-mikro (microRNA) dan peran vitalnya dalam regulasi gen pasca-transkripsi.
- 2023 – Katalin Karikó (Hungaria/AS) & Drew Weissman (AS)Pengembangan modifikasi basa nukleosida pada messenger RNA (mRNA) yang menjadi basis vaksin COVID-19.
- 2022 – Svante Pääbo (Swedia)Genomik evolusioner manusia purba (hominin) dan pemahaman sejarah evolusi manusia.
- 2021 – David Julius & Ardem Patapoutian (AS)Penemuan reseptor biologis untuk suhu dan sentuhan mekanis.
- 2020 – Harvey J. Alter, Charles M. Rice (AS), & Michael Houghton (Inggris)Penemuan virus Hepatitis C yang mengarah pada riset tes darah sensitif dan obat antiviral.
- 2019 – William G. Kaelin Jr., Gregg L. Semenza (AS), & Sir Peter J. Ratcliffe (Inggris)Penemuan mekanisme seluler dalam mendeteksi dan beradaptasi terhadap ketersediaan oksigen.
- 2018 – James P. Allison (AS) & Tasuku Honjo (Jepang)Terobosan imunoterapi kanker dengan melepaskan mekanisme penghambat (checkpoint) sistem imun.
- 2017 – Jeffrey C. Hall, Michael Rosbash, & Michael W. Young (AS)Penemuan mekanisme molekuler yang mengontrol jam biologis sirkadian tubuh.
- 2016 – Yoshinori Ohsumi (Jepang)Penemuan mekanisme autofagi (autophagy), yaitu proses degradasi dan daur ulang komponen seluler.
- 2015 – William C. Campbell (Irlandia/AS), Satoshi Ōmura (Jepang), & Tu Youyou (Cina)Penemuan terapi revolusioner untuk infeksi parasitik (cacing gelang dan malaria).
- 2014 – John O’Keefe (Inggris/AS), May-Britt Moser, & Edvard I. Moser (Norwegia)Penemuan sel-sel penyusun sistem navigasi internal (“GPS”) di dalam otak.
- 2013 – James E. Rothman, Randy W. Schekman (AS), & Thomas C. Südhof (Jerman/AS)Penyingkapan mekanisme pengatur lalu lintas vesikel transportasi di dalam sel.
- 2012 – Sir John B. Gurdon (Inggris) & Shinya Yamanaka (Jepang)Penemuan bahwa sel dewasa dapat diprogram ulang menjadi sel punca pluripoten (iPSC).
- 2011 – Bruce A. Beutler (AS), Jules A. Hoffmann (Prancis), & Ralph M. Steinman (Kanada)Penemuan penting terkait aktivasi sistem kekebalan bawaan (innate immunity) dan sel dendritik.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply