
Perjuangan Ramdhan Yurianto: dari driver ojol dan jualan bubur, kini resmi raih gelar Doktor dan jadi dosen. Intip kisahnya!
SEMARANG, KalderaNews.com – Perjuangan dan ketangguhan akademik ditunjukkan oleh Dr. Ramdhan Yurianto.
Mantan pengemudi ojek online (ojol) ini resmi menyandang gelar Doktor Studi Islam setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka di UIN Walisongo Semarang pada Rabu (30/9/2026).
Sidang promosi doktor yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., mengukuhkan Ramdhan sebagai doktor ke-456 yang diluluskan oleh kampus tersebut.
BACA JUGA:
- Tolak 14 Kampus Dunia, Clarissa Aurelia Raih Pendanaan Startup $500 Ribu!
- Sosok dan Profil Pendidikan Gracia Caroline, Alumni Penabur dan Atma Jaya
- Sosok dan Rahasia Azizah Jihan Madina Tembus 14 Kampus Luar Negeri
Capaian ini sekaligus melengkapi perjalanan panjang 12 tahun pendidikan akademiknya di UIN Walisongo, mulai dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Perjuangan Jatuh Bangun: Jualan Bubur, Driver Ojol, Hingga Customer Service
Di balik keberhasilannya meraih gelar akademik tertinggi, tersimpan kisah perjuangan hidup yang tidak mudah. Demi membiayai kuliah dan memenuhi kebutuhan hidup, Ramdhan terbiasa melakoni berbagai pekerjaan halal sejak masa S1:
- 2015–2017: Berjualan bubur bayi sehat di kawasan Ngaliyan, Semarang.
- Akhir Pekan: Membantu usaha katering serta mengajar les untuk anak-anak sekolah.
- 2017–2019: Menjadi pengemudi ojek online (ojol).
- Masa S2: Bekerja sebagai Customer Service di Indosat Semarang dengan sistem shift malam (16.00–02.00 WIB) sebelum lanjut kuliah pada pagi harinya.
“Saya memang terbiasa kuliah sambil bekerja. Apa pun pekerjaan yang halal saya jalani untuk membantu kebutuhan hidup dan pendidikan,” ungkap Ramdhan.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis. Ramdhan lulus S2 sebagai lulusan terbaik dan berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S3.

Pada tahun 2022, karier akademiknya semakin menanjak usai diterima menjadi dosen di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dan dosen tetap di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto.
Teliti Rahasia Santri Lancar Berbahasa Arab
Dalam disertasinya yang berjudul “Pemerolehan Maharah Al-Kalam Berbasis Bi’ah Lugawiyyah dan Interaksi Sosial: Studi Kasus Pondok Pesantren Modern Darunnajat Pruwatan Brebes”, Ramdhan meneliti rahasia keberhasilan pesantren dalam mencetak santri yang aktif berkomunikasi bahasa Arab.
Melalui penelitian tersebut, ia merumuskan Model Language Immersion Pesantren, yakni model pembelajaran yang memadukan lingkungan bahasa, interaksi sosial, serta praktik harian melalui lima kegiatan utama:
- Muhadatsah (Percakapan harian)
- Muhadharah (Latihan pidato)
- Ilqa’ al-Mufradat (Pemberian kosakata)
- Tasyji’ al-Lughah (Penguatan penggunaan bahasa)
- Munazarah (Debat bahasa Arab)
Bukti Tidak Ada Jalan Pintas Menuju Sukses
Kisah inspiratif Ramdhan mendapat apresiasi tinggi dari Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Muhyar Fanani, M.Ag. Menurutnya, daya juang Ramdhan adalah bukti nyata bahwa keberhasilan tidak didapatkan secara instan.
“Jangan pernah percaya dengan jalan pintas. Jalan pintas hanya akan menjadikan segalanya melintas tanpa bekas. Sebaliknya, proses yang benar dalam belajar menjadikan seseorang tumbuh secara normal dan penuh penghayatan,” tegas Prof. Muhyar.
Bagi Ramdhan sendiri, kunci utama hingga sampai di titik ini sangat sederhana: kerja keras, ridho orang tua, dan pasrah kepada Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply