Penasaran dengan latar belakang akademis pendiri Kopi Kenangan? Simak profil pendidikan Cynthia Chaerunnisa di Curtin University yang membentuk insting bisnisnya.
JAKARTA, KalderaNews.com – Nama Cynthia Chaerunnisa tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta kopi dan pelaku industri startup di Indonesia.
Bersama Edward Tirtanata dan James Prananto, perempuan inspiratif ini berhasil membangun Kopi Kenangan, brand kopi lokal grab-and-go yang kini menjelma sebagai salah satu unicorn F&B terbesar di Asia Tenggara.
Namun, kesuksesan besar yang diraih Cynthia tidak datang begitu saja. Di balik insting bisnisnya yang tajam dalam merancang strategi branding dan digital marketing, terdapat latar belakang akademis yang kuat.
BACA JUGA:
- Profil Pendidikan Oki Ramadhana, Ketua Dewan Direktur INA Baru
- Profil Franka Franklin, Istri Nadiem dengan Pendidikan yang Mentereng
- Ashanty Resmi Jadi Doktor UNAIR Setelah Stres Seharian
Bagaimana profil pendidikan Cynthia Chaerunnisa dan bagaimana masa kuliahnya membentuk jalannya menuju kesuksesan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Kuliah di Curtin University: Menyelami Dunia Komunikasi Massa
Cynthia Chaerunnisa memulai perjalanan akademis tingkat tinggi dengan berkuliah di luar negeri. Ia menempuh pendidikan di Curtin University, salah satu universitas bergengsi yang berbasis di Australia.
Berikut adalah detail profil pendidikan dan biodata singkat Cynthia Chaerunnisa:
- Nama Lengkap: Cynthia Chaerunnisa
- Kampus: Curtin University
- Jurusan: BA, Mass Communication (Komunikasi Massa)
- Periode Studi: 2006 – 201
- Akun LinkedIn: cynthiachaerunnisa
- Pekerjaan: Entrepreneur, Co-Founder Kopi Kenangan
Mengambil jurusan Bachelor of Arts (BA) in Mass Communication, Cynthia menghabiskan waktu dari tahun 2006 hingga 2011 untuk mendalami ilmu komunikasi, media, dan interaksi publik.
Jurusan ini dikenal sangat fokus pada bagaimana menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens luas—sebuah fondasi ilmu yang nantinya menjadi senjata utama Cynthia dalam membangun citra sebuah brand.
Aktif dalam Organisasi dan Menjadi Student Ambassador
Tidak hanya fokus pada nilai akademis di dalam kelas, selama menempuh studi di Curtin University, Cynthia juga dikenal sebagai mahasiswi yang aktif dan berorganisasi. Keaktifannya ini terbukti dari keterlibatannya dalam beberapa peran penting di kampus, antara lain:
Student Ambassador Indonesia: Cynthia dipercaya menjadi representatif atau duta mahasiswa Indonesia di Curtin University, yang bertugas menjembatani komunikasi antar-mahasiswa dan mempromosikan budaya.
Merah Putih Club: Ia juga bergabung dalam komunitas mahasiswa Indonesia ini, yang menjadi wadah berkumpul sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan (leadership) serta memperluas jaringan (networking).
Aktivitas organisasi inilah yang diduga kuat membentuk mentalitas entrepreneurship, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri Cynthia sebelum terjun ke dunia profesional.
Dari Ilmu Komunikasi Menuju Praktisi Marketing Global
Latar belakang pendidikan Komunikasi Massa dari Curtin University benar-benar menjadi modal berharga bagi karier Cynthia. Setamat kuliah pada 2011, ia langsung menerapkan ilmunya di berbagai perusahaan besar.
Sebelum mendirikan Kopi Kenangan pada tahun 2017, Cynthia telah membangun portofolio yang mengagumkan di bidang retail, public relations, hingga marketing digital. Ia tercatat pernah memegang posisi strategis di berbagai perusahaan top, seperti:
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (2011): Sebagai Retail Marketing Assistant.
- ISMAYA GROUP (2012): Menangani Marketing & Promotions untuk Pizza e Birra.
- Rocket Internet GmbH (2012): Menjabat sebagai PR & Marketing Executive untuk foodpanda Indonesia, yang menjadi gerbang awalnya mengenal industri startup F&B digital.
- Sephora (2014): Dipercaya menjadi Head of Marketing Indonesia.
- Uber Indonesia (2015–2018): Sebagai Marketing Manager yang ikut membesarkan tren transportasi online tanah air.
- Shopee (2018): Menjabat sebagai Manager Marketing.
Cynthia juga sempat menguji jiwa kewirausahaannya sejak akhir 2012 dengan mendirikan Lolabox, sebuah startup kecantikan berbasis langganan yang sempat menarik perhatian media internasional sekelas TechCrunch dan Forbes Indonesia.
Implementasi Ilmu Pendidikan pada Kesuksesan Kopi Kenangan
Puncak dari sinergi antara latar belakang pendidikan komunikasi dan pengalaman marketingnya dibuktikan lewat Kopi Kenangan. Berdiri sejak Agustus 2017 dengan modal awal Rp150 juta dan gerai pertama yang hanya seluas 12 meter persegi di bawah elevator Menara Standard Chartered, Kuningan, Jakarta, Kopi Kenangan melesat cepat.
Sebagai sosok dengan latar belakang komunikasi yang kuat, Cynthia mengambil peran krusial dalam:
- Membangun Brand Identity: Menciptakan identitas Kopi Kenangan yang modern, relevan, dan sangat dekat dengan psikologis anak muda serta masyarakat urban.
- Pemasaran Digital: Memanfaatkan teknologi aplikasi online secara masif, yang terbukti menjadi penyelamat bisnis saat pandemi COVID-19 melanda melalui penguatan layanan delivery.
Berkat racikan strategi tersebut, pada tahun 2021 Kopi Kenangan resmi menyandang status sebagai New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara setelah meraih pendanaan Seri C senilai US$96 juta (sekitar Rp1,6 triliun).
Kini, di bawah bendera Kenangan Brands, bisnisnya meluas ke lini lain seperti Cerita Roti dan Chigo, hingga melakukan ekspansi internasional ke Malaysia dan Singapura.
Profil pendidikan Cynthia Chaerunnisa membuktikan bahwa teori komunikasi yang ia timba di bangku kuliah Curtin University, jika dipadukan dengan keaktifan berorganisasi dan pengalaman kerja yang konsisten, mampu melahirkan inovasi bisnis raksasa yang mengubah lanskap industri F&B di Asia Tenggara.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply