Ngeri! Sesar Lembang Mengancam, Jabar Siapkan Kota Ini!

Papan peringatan di zona Sesar Lembang. (Ist.)
Papan peringatan di zona Sesar Lembang. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi siapkan skenario darurat gempa Sesar Lembang, termasuk pusat komando alternatif di Cirebon.

BANDUNG, KalderaNews.com – Ancaman gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang kian menjadi perhatian serius.

Sesar aktif sepanjang kurang lebih 29 kilometer yang membentang di utara Bandung ini berpotensi memicu guncangan dahsyat yang membahayakan kawasan Bandung Raya dan sekitarnya.

BACA JUGA:

Menanggapi potensi risiko bencana tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bergerak cepat menyusun skenario penanganan darurat secara terperinci guna mengantisipasi skenario terburuk.

Skenario Darurat Pemprov Jabar Hadapi Gempa Sesar Lembang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menghitung dan menyiapkan semua kebutuhan mitigasi bencana sejak dini. Langkah ini dilakukan agar seluruh armada dan personel dapat bergerak cepat tanpa hambatan saat bencana terjadi.

Beberapa poin penting dalam rencana penanganan darurat meliputi:

  • Mobilisasi Logistik & Armada: Perhitungan rinci mengenai kebutuhan truk pengangkut, pasokan bahan pangan, air bersih, hingga mobil tangki air untuk mengantisipasi krisis air pascagempa.
  • Pemetaan Jalur Evakuasi: Menentukan akses jalan dari Bandung menuju wilayah lain yang aman serta memastikan jalur pengiriman bantuan tetap berfungsi.
  • Teknologi Informasi & Komunikasi: Penguatan sistem jaringan komunikasi agar koordinasi bencana tidak terputus.

“Dari sekarang skenarionya sudah kita hitung. Kalau terjadi Sesar Lembang, mobilisasi ke mana, jalurnya lewat mana, berapa truk yang dibutuhkan, logistiknya apa, dan teknologi informasi apa yang disiapkan,” tegas Dedi Mulyadi.

Cirebon Disebut Jadi Pusat Pemerintahan Alternatif

Salah satu poin krusial dalam skenario darurat ini adalah penunjukan Cirebon sebagai pusat pemerintahan alternatif.

Langkah strategis ini diambil apabila guncangan gempa Sesar Lembang melumpuhkan pusat pemerintahan utama di Kota Bandung. Pemprov Jabar akan memastikan kesiapan sarana dan prasarana di Cirebon, mulai dari:

  1. Peralatan kerja dan operasional pemerintahan.
  2. Jaringan komunikasi darurat.
  3. Kendaraan operasional serta cadangan logistik.

Penguatan Sensor Pemantau BMKG dan Peringatan Dini

Selain kesiapan fisik di lapangan, sistem pemantauan gempa bumi dan penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi fokus utama.

Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memasang enam sensor khusus di sepanjang sisi utara dan selatan Sesar Lembang. Pemprov Jabar bersama BMKG terus mengkaji efektivitas alat ini, termasuk rencana penambahan sensor jika diperlukan.

Mengingat belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu pasti terjadinya gempa secara akurat, keberadaan sistem peringatan dini (early warning system) yang optimal sangat krusial untuk mempercepat respons evakuasi warga.

Potensi Kekuatan Gempa Sesar Lembang

Berdasarkan data teknis kebencanaan, Sesar Lembang terbagi menjadi enam segmen aktif:

  • Skenario Maksimal (Badan Geologi): Jika seluruh segmen bergerak secara bersamaan, Sesar Lembang berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo M 6,8 hingga M 7,0.
  • Skenario Segmen Aktif (Kajian BMKG): Aktivitas pada dua segmen aktif, yaitu segmen Cimeta dan Cipogor, berisiko menghasilkan gempa dengan magnitudo maksimum M 5,5.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa hasil kajian kebencanaan ini tidak boleh sekadar menjadi dokumen di atas kertas, melainkan harus diterapkan sebagai pedoman utama tata ruang dan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


13 views