BOGOR, KalderaNews.com – Wilayah Jakarta dan sekitarnya mesti waspada gempa bumi, ditemukan struktur patahan aktif baru yang dinamakan Sesar Cisadane.
Hal tersebut diungkap Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) dan PT Oseanland.
Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Jakarta.
Temuan ini menjadi ancaman nyata yang menambah daftar panjang sesar aktif pengepung ibu kota, setelah Sesar Baribis dan Sesar Citarik.
BACA JUGA:
- Penelitian Temukan Sesar Pemicu Gempa Bekasi Melewati Jakarta, Depok, dan Bogor
- Ternyata, Inilah Pemicu Gempa Bekasi, Ada Aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Jabar
- Waspada! BMKG: Aktivitas Gempa di Sesar Lembang Terus Meningkat
Mengapa disebut Sesar Cisadane?
Berdasarkan video resmi Badan Geologi, patahan ini ditemukan mengikuti aliran Sungai Cisadane.
“Karena posisinya mengikuti aliran Sungai Cisadane, maka patahan ini diberi nama Sesar Cisadane,” ungkap narator dalam video tersebut.
Penelusuran awal sesar ini didasarkan pada Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu, yang kemudian divalidasi dengan riset mendalam di lapangan.
Teknologi canggih di balik penemuan sesar
Tim peneliti yang dipimpin oleh Penyelidik Bumi Ahli Madya, Sukahar Eka, menggunakan kombinasi teknologi mutakhir untuk “menguliti” struktur bumi di bawah rimbunnya hutan Bogor.
Metode yang digunakan meliputi:
- Sensor LiDAR & Drone VTOL Skycruiser, yang emungkinkan peneliti melihat menembus vegetasi lebat untuk mendeteksi pola kelurusan lembah.
- Analisis Gaya Berat untuk membaca struktur misterius di bawah permukaan tanah.
- Survei Seismik untuk memetakan penampang geologi secara presisi.
Hasilnya? Terdeteksi sebuah sesar mendatar yang membentang dari arah Barat Laut ke Tenggara, sejajar dengan aliran sungai.
Lantas, buktinya apa?
Salah satu bukti paling mencengangkan dari aktivitas sesar ini adalah terpisahnya Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang di Rumpin, Bogor. Dahulu, kedua gunung ini diyakini sebagai satu kesatuan.
“Terpisahnya kedua gunung ini menunjukkan adanya faktor tektonik, yaitu Sesar Cisadane. Sesar ini diperkirakan memanjang dari Bogor hingga pesisir Tangerang dan diduga berpotensi aktif,” jelas pihak Badan Geologi.
Data seismik memperkuat hal ini dengan menunjukkan adanya pergeseran struktur batuan yang konsisten dengan karakteristik sesar aktif.
Di Gunung Panjang, Parung, tim juga menemukan bukti sejarah bumi yang luar biasa, yakni batuan travertin dan fosil moluska.
Temuan ini menjadi bukti bahwa wilayah Bogor dulunya adalah dasar laut dangkal yang terangkat jutaan tahun lalu akibat aktivitas tektonik pola Sesar Baribis (West Java Back Arch Thrust).
Keberadaan mata air panas yang muncul dari celah rekahan di Gunung Panjang semakin mempertegas bahwa mesin tektonik di bawah tanah kawasan ini masih bekerja.
Rekahan ini ditengarai terus memanjang hingga wilayah Tangerang Selatan.
Waspada potensi aktif!
Berdasarkan seluruh rangkaian analisis geofisika dan temuan lapangan, Badan Geologi menyimpulkan bahwa Sesar Cisadane masih berpotensi aktif hingga saat ini.
Penemuan ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah Bogor, Tangerang, hingga Jakarta untuk meningkatkan mitigasi bencana gempa bumi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply