Profil Satyawan Pudyatmoko, Sosok yang Disebut Jadi Calon Kepala BPGMN

Sosok Satyawan Pudyatmoko yang Disebut Jadi Kandidat Kepala BPGMN
Sharing for Empowerment

Inilah profil Satyawan Pudyatmoko, Dirjen KSDAE yang disebut sebagai calon Kepala BPGMN. Simak riwayat pendidikan dan perjalanan kariernya.

JAKARTA, KalderaNews.com –  Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko menjadi sorotan setelah disebut sebagai calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), lembaga baru yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Nama Satyawan disebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman setelah mengikuti rapat terbatas mengenai penanganan karhutla di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dudung menyebut Satyawan sebagai salah satu calon yang dinilai memiliki keahlian di bidang tersebut. Pemerintah berharap kepala badan baru itu dapat segera dilantik, meski pada saat pernyataan disampaikan pelantikan masih direncanakan.

BACA JUGA:

Lantas, siapa Satyawan Pudyatmoko dan bagaimana rekam jejaknya di bidang kehutanan dan konservasi?

Profil Satyawan Pudyatmoko

Satyawan Pudyatmoko merupakan akademisi sekaligus pejabat pemerintah yang memiliki latar belakang pendidikan dan penelitian di bidang kehutanan, ekologi satwa liar, serta konservasi sumber daya alam.

Ia lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 9 Agustus 1971. Satyawan menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menyelesaikannya pada 1995.

Pendidikan pascasarjana dilanjutkan di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman. Ia memperoleh gelar magister pada 2002 dan gelar doktor pada 2005.

Penelitiannya antara lain membahas ekologi satwa liar, termasuk burung raja udang dan banteng liar di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Latar belakang akademik tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya di bidang kehutanan dan konservasi keanekaragaman hayati.

Perjalanan Karier Satyawan Pudyatmoko

Sebelum menduduki jabatan di pemerintahan, Satyawan berkarier di lingkungan akademik UGM. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Satwa Liar, Ketua Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Alumni, serta Dekan Fakultas Kehutanan UGM.

Pada 2016–2018, ia juga memimpin gugus tugas pengelolaan lahan gambut di UGM. Setelah itu, ia terlibat dalam pengembangan pusat penelitian agroekologi dan sumber daya lahan.

Kariernya kemudian berlanjut di pemerintahan. Sebelum menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan pernah menjadi Deputi Bidang Perencanaan dan Evaluasi pada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Pada Mei 2023, ia dilantik sebagai Direktur Jenderal KSDAE oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat itu. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan konservasi sumber daya alam dan ekosistem, termasuk pengelolaan kawasan konservasi serta perlindungan keanekaragaman hayati.

Pengalaman di BRGM dan Pengelolaan Gambut

Pengalaman Satyawan di BRGM menjadi salah satu latar belakang yang relevan dengan pencalonannya sebagai Kepala BPGMN.

BRGM merupakan lembaga yang menangani upaya restorasi ekosistem gambut dan rehabilitasi mangrove di wilayah prioritas. Dalam lembaga tersebut, Satyawan pernah bertugas pada bidang perencanaan dan evaluasi.

Masa tugas BRGM berakhir pada 31 Desember 2024. Pengalaman di lembaga itu memberinya rekam jejak dalam perencanaan program restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove, dua bidang yang kembali menjadi fokus pemerintah melalui pembentukan BPGMN.

BPGMN Disiapkan untuk Perkuat Pencegahan Karhutla

Presiden Prabowo Subianto memutuskan pembentukan BPGMN pada 24 September 2026. Badan baru ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove sekaligus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menjelaskan bahwa badan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pencegahan karhutla melalui penelitian, pemetaan, sistem deteksi dini, dan pemantauan titik panas di kawasan gambut.

Pemerintah juga merencanakan pelibatan ilmuwan dan tenaga profesional dalam pengelolaan badan tersebut. Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada 30 September 2026 menyampaikan bahwa rancangan peraturan presiden terkait pembentukan BPGMN sedang disiapkan.

Dengan pengalaman sebagai akademisi, peneliti, pejabat BRGM, dan Dirjen KSDAE, Satyawan disebut sebagai calon untuk memimpin lembaga tersebut. Namun, penetapan dan pelantikannya tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


49 views