
Motif penembakan siswa SMA di Garut terkuak! Pelaku sakit hati akibat dicueki saat nongkrong. Cek kronologinya di sini!
GARUT, KalderaNews.com – Pelarian MHA alias H (19), remaja tersangka aksi penembakan terhadap seorang siswa SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya terhenti.
Pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Sancang Satreskrim Polres Garut saat bersembunyi di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Cilawu pada Sabtu (10/10/2026) malam.
BACA JUGA:
- Misteri dan Teka-Teki Sekolah di Balik Temuan Ratusan Senjata Api di Jaksel Terkuak!
- Miris! Bukannya Syukur Lulusan, Pelajar Pandeglang Justru Konvoi Pamer Senjata Tajam!
- Sosok Erning Rustini, Kepsek yang Dicopot Usai Kasus Bullying Aqib
Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Garut, polisi berhasil membongkar motif utama di balik aksi nekat tersangka yang tega menembak mata korban, Pazwa Pahaludin (15), hingga mengalami menderita cedera mata parah dan trauma mendalam.
Motif Pelaku: Sakit Hati dan Merasa Dicueki Saat Nongkrong
Kapolres Garut, AKBP Niko N. Adi Putra, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, aksi penembakan bermula saat korban bersama teman-temannya tengah menikmati masa liburan dan menginap di sebuah vila di kawasan Kecamatan Sukawening, Garut, pada Sabtu (26/9/2026).
Tersangka H yang merupakan kakak kelas korban sewaktu SMP mendatangi lokasi acara dan berusaha bergabung. Namun, situasi mendadak memanas karena emosi sepele tersangka yang merasa diabaikan oleh kelompok korban.
- Trigger Emosi: Pelaku merasa sakit hati lantaran merasa “dicueki” dan tidak dianggap saat ikut bergabung dalam tongkrongan tersebut.
- Aksi Penembakan: Dalam kondisi emosi, H mengeluarkan senjata airgun yang dibawanya lalu menembak secara acak ke sembarang arah hingga mengenai bola mata kiri korban.
- Pengakuan Asal Senjata: Tersangka mengklaim senjata airgun berpeluru logam tersebut didapat dari barang gadaian, yang kini masih terus didalami penyidik kepolisian.
“Awalnya pelaku menembak-nembak ke sembarang tempat karena merasa tidak dianggap saat bergabung. Akhirnya peluru mengenai kelopak mata sebelah kiri korban,” ungkap AKBP Niko N. Adi Putra.
Kronologi dan Penderitaan Korban: Peluru Logam Bersarang di Mata
Insiden penembakan ini sempat tersembunyi karena korban awalnya takut mengaku dan berbohong kepada ibunya, Fitri Setiawati, bahwa matanya terluka akibat terkena bola. Namun, kebohongan terungkap setelah hasil pemeriksaan medis menemukan benda asing berbentuk logam yang bersarang di bagian dalam mata kirinya.
| Kondisi Korban (Pazwa Pahaludin) | Rencana Penanganan Medis & Psikologis |
| Fisik | Menderita nyeri hebat akibat peluru logam yang masih bersarang di mata kiri. |
| Psikologis | Trauma berat, sering terbangun malam hari karena merancau mendengar suara ledakan. |
| Pendampingan | Diberikan pendampingan oleh tim psikolog anak dari DPPKBPPPA Garut sambil menunggu jadwal operasi pengangkatan peluru. |
Leganya Keluarga Korban dan Tuntutan Hukum Transparan
Penangkapan tersangka H disambut rasa lega yang mendalam oleh keluarga korban. Sang ibu, Fitri Setiawati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Garut dan Tim Sancang yang bergerak cepat menangkap pelaku di tempat persembunyiannya.
Keluarga berharap proses hukum berjalan secara transparan dan pelaku diganjar sanksi hukum berat yang setimpal atas perbuatannya yang menghancurkan masa depan dan kesehatan fisik anaknya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply