Misteri dan Teka-Teki Sekolah di Balik Temuan Ratusan Senjata Api di Jaksel Terkuak!

Temuan 995 senjata api, sabu, dan kaset porno di sebuah sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Penemuan sekitar 995 unit airsoft gun beserta komponen senjata lainnya di sebuah gedung yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Profil Sekolah Islam Harapan Ibu Jakarta Selatan. Unggulan, akreditasi A, serta info resmi penanganan temuan senjata api.

JAKARTA, KalderaNews.com – Di tengah hilir mudik aktivitas pendidikan anak-anak dari jenjang TK hingga SMA di Jalan H. Banan No. 1, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, sebuah tabir kebenaran yang mengerikan perlahan terkuak.

Sekolah Islam Harapan Ibu (SIHI), lembaga pendidikan swasta modern berakreditasi A di Jakarta Selatan, mendadak menjadi sorotan publik akibat ditemukannya ratusan pucuk senjata api, amunisi, alat pembuat peluru, hingga ruangan rahasia berupa bunker.

BACA JUGA:

Temuan yang menggegerkan dunia pendidikan ini terungkap berawal dari konflik internal yayasan serta langkah penertiban yang dilakukan oleh pengurus baru.

Kronologi Pembongkaran: Dari Pemecatan Ketua Yayasan Hingga Pembukaan Paksa

Skandal ini berakar dari keputusan pengurus yayasan pada 18 April 2026 yang memberhentikan Ketua Yayasan berinisial IWD. IWD yang telah berkuasa selama 15 tahun, dipecat atas dugaan penyalahgunaan dana pendidikan yayasan untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian aset tanah atas nama istrinya.

Pasca-pemecatan, IWD menolak menyerahkan kunci dari sejumlah ruangan strategis dan gudang di area sekolah. Selama belasan tahun, ruangan-ruangan tersebut dikenal amat tertutup dan hanya bisa diakses oleh IWD serta kelompok kepercayaannya.

Pada 10–11 Juli 2026, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menemukan 995 unit airgun dan sebuah shotgun kaliber 12/70 saat membuka paksa sebuah ruangan untuk kebutuhan sekolah.

Temuan ratusan senjata tersebut langsung dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada 11 Juli 2026. Selanjutnya, pihak yayasan kembali membuka dua ruangan lainnya untuk kepentingan operasional sekolah.

Pada 10–11 Juli 2026, pihak pengurus yayasan yang baru meminta pendampingan dari aparat kepolisian untuk membongkar secara paksa pintu-pintu ruangan yang terkunci guna mengembalikan fungsinya untuk kegiatan sekolah.

Namun, apa yang ditemukan di dalam ruangan tersebut jauh dari dugaan operasional pendidikan.

995 Senjata, Mesin Peluru, Narkoba, hingga Bunker Rahasia

Di balik pintu ruangan bekas IWD, petugas dan pengurus yayasan mendapati barang-barang berbahaya yang sama sekali tidak pantas berada di lingkungan sekolah anak-anak:

  • 995 Pucuk Senjata Genggam & Laras Panjang: Ditemukan hampir seribu senjata genggam, senjata laras panjang jenis shotgun kaliber 12/70, senapan angin yang dapat dimodifikasi, hingga laras berulir khas senjata api asli kaliber 5,56 mm, 40 mm, dan 9 mm.
  • Suku Cadang & Aksesoris Militer: Komponen senjata otomatis M4, magasin Glock dan Walther, hingga mesin pembuat/perakit peluru yang peredarannya dilarang keras.
  • Bunker dan Pintu Khusus: Ditemukan ruangan rahasia yang dirancang menyerupai bunker dengan akses pintu belakang khusus. Pintu ini diduga menjadi jalur lalu lalang barang-barang berbahaya tanpa diketahui oleh guru, karyawan, maupun siswa.
  • Narkoba dan Konten Dewasa: Selain persenjataan, ditemukan pula paket diduga narkotika jenis sabu dan ganja, serta puluhan keping kaset CD ber konten porno.

“Di sekolah yang kita hormati, tempat anak-anak belajar, ada orang diam-diam membuat senjata di dalamnya… Kalau di balik dindingnya tersembunyi senjata mematikan, bahan peledak, narkoba, dan bunker rahasia, siapa lagi yang bisa kita percaya?” tegas kuasa hukum yayasan atau perwakilan tim pembongkaran.

Penanganan Hukum dan Satu Bunker yang Masih Misteri

Hingga saat ini, seluruh barang bukti ribuan persenjataan dan barang haram tersebut telah diamankan oleh pihak Polres Metro Jakarta Selatan dan dititipkan di Gudang Senjata Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya untuk menjalani uji forensik.

Meski sebagian besar ruangan telah dibongkar, kekhawatiran belum sepenuhnya reda. Masih terdapat satu ruangan berbentuk bunker yang tertutup rapat dan belum berani dibuka oleh pihak yayasan tanpa tindakan langsung dari kepolisian.

Sementara itu, mantan Ketua Yayasan IWD beserta jajaran kepercayaannya dilaporkan menghilang seusai pemecatan dan kini dalam penanganan pihak kepolisian. Perkara korupsi dan penyalahgunaan dana yayasan sendiri tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kontras Dinding Sekolah: Antara Prestasi dan Bahaya Terselubung

Sisi kelam ini menghadirkan keprihatinan mendalam, mengingat Sekolah Islam Harapan Ibu selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah Islam favorit di Jakarta Selatan.

Secara akademis dan operasional, SIHI memadukan program bilingual (Cambridge), akreditasi A, hingga fasilitas olahraga modern seperti lapangan padel. Siswa-siswinya pun secara konsisten mengukir prestasi olimpiade sains, bahasa Inggris, hingga menembus PTN ternama seperti UI, ITS, dan IPB.

Pihak yayasan menegaskan bahwa pelaporan kasus ini secara terbuka ke pihak kepolisian merupakan komitmen tegas pengurus baru untuk membersihkan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Pengurus yayasan berharap kepolisian segera mengusut tuntas pemilik, perakit, dan motif keberadaan persenjataan tersebut, demi mengembalikan rasa aman bagi para siswa dan orang tua murid di Sekolah Islam Harapan Ibu.

Profil Sekolah Islam Harapan Ibu (SIHI)

Berdiri tegak di tengah sengitnya persaingan sekolah swasta di DKI Jakarta, Sekolah Islam Harapan Ibu (SIHI) Pondok Pinang, Kebayoran Lama, terus menunjukkan eksistensinya. Sekolah ini menghadirkan layanan pendidikan terpadu satu atap yang mencakup jenjang Kelompok Bermain (KB)/TK, SD, SMP, hingga SMA.

Sebagai institusi pendidikan Islam modern, SIHI mengusung filosofi pembelajaran yang berimbang dengan memadukan pembentukan karakter Islami dan penguasaan teknologi. Pendekatan ini selaras dengan slogan utamanya, “Cinta Al-Qur’an, Jago Bahasa, dan Cerdas”, guna mencetak generasi yang bertaqwa sekaligus siap menghadapi tantangan zaman.

Kualitas pendidikan di sekolah ini dibuktikan dengan raihan Akreditasi A dari BAN-S/M untuk unit SMP dan SMA. Dengan menerapkan sistem belajar full day lima hari kerja, proses pembelajaran juga diperkuat oleh kurikulum berbasis minat dan bakat yang terintegrasi dengan standar internasional melalui program Bilingual / Cambridge Assessment serta Student Immersion.

Untuk mendukung keahlian siswa di luar akademik, SIHI menyediakan wadah pengembangan bakat yang luas melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari kegiatan kepramukaan, seni musik dan sinematografi, tari tradisional, hingga pembinaan keagamaan seperti qiroat, adzan, dan rohis.

Sarana dan prasarana di lingkungan kampus dirancang lengkap demi menciptakan kenyamanan belajar, mencakup ruang kelas ber-AC, laboratorium, dan perpustakaan. Menariknya, SIHI juga menjadi salah satu pelopor sekolah di Jakarta yang dilengkapi fasilitas lapangan olahraga padel, di samping lapangan futsal dan basket.

Kerja keras seluruh civitas akademika membuahkan deretan prestasi membanggakan, mulai dari Juara 1 Written Test MGMP Bahasa Inggris se-Jakarta Selatan, Juara Olimpiade Sains Nasional, hingga gelar di bidang seni. Terbukti, lulusan SMA SIHI sukses menembus perguruan tinggi negeri (PTN) favorit seperti UI, ITS, IPB, dan UNPAD.

Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, SIHI resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk semua jenjang secara daring maupun luring. Menariknya, tersedia porsi Beasiswa Prestasi hingga 80% bagi calon siswa yang unggul di bidang Tahfidz Al-Qur’an, akademik, maupun non-akademik.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


802 views