
Status Gunung Anak Krakatau naik ke Level III Siaga usai meletus 13 kali. Radius 5 KM steril, cek ancaman bahaya di sini!
LAMPUNG, KalderaNews.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Kenaikan status ini berlaku mulai Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.
BACA JUGA:
- Telor Ceplok Gunung Anak Krakatau
- Abu Anak Krakatau Tersebar Sampai Jauh! BRIN Singkap Rahasia Arah Angin
- Waspada! Potensi Erupsi Dahsyat Gunung Anak Krakatau Seperti 1883
Peningkatan status darurat ini dipicu oleh rentetan aktivitas vulkanik yang melonjak drastis, di mana Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami sedikitnya 13 kali erupsi beruntun hingga Jumat malam dengan amplitudo maksimum mencapai 57 milimeter.
Kronologi Peningkatan Status dan Rentetan Erupsi
Kenaikan status menjadi Siaga ini terjadi hanya 18 hari setelah statusnya sempat diturunkan ke Level II pada 21 September 2026. Namun, memasuki awal Oktober, gejala aktivitas vulkanik kembali memuncak.
- 6–9 Oktober 2026: Terjadi 14 kali erupsi susulan dalam skala yang terus meningkat.
- Jumat Sore (16.17 WIB): Semburan kolom abu teramati setinggi 250 meter di atas puncak.
- Jumat Malam (21.17 – 21.20 WIB): Erupsi intens terekam pada seismograf dengan durasi hingga 89 detik.
“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Yang penting kita waspada dan selalu menaati rekomendasi pemerintah,” ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria, didampingi Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno.
Rekomendasi Bahaya & Potensi Ancaman Vulkanik
Seiring dinaikkannya status Siaga, Badan Geologi menetapkan batasan aman yang wajib dipatuhi oleh masyarakat, nelayan, dan wisatawan:
| Zonal Bahaya | Instruksi & Larangan Resmi |
| Radius 5 KM dari Kawah | Dilarang keras melakukan aktivitas maupun mendekat bagi seluruh warga, wisatawan, dan pendaki. |
| Radius 1 KM dari Pulau Baru | Steril total di sektor barat laut dan tenggara Pulau Anak Krakatau. |
| Ancaman Material | Waspada lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta potensi erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut/hujan. |
Imbauan Pesisir Banten-Lampung: Waspada Hoaks Tsunami
Meski status aktivitas dinaikkan ke Level III, Badan Geologi meminta masyarakat di sepanjang pantai Provinsi Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak panik.
Pemerintah menegaskan bahwa rentetan erupsi saat ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Masyarakat diimbau untuk tidak memercayai kabar bohong (hoaks) yang beredar di media sosial dan tetap beraktivitas normal sesuai arahan petunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply