
Status Gunung Anak Krakatau resmi turun ke Level II Waspada. Fenomena kawah ‘telor ceplok’ muncul usai erupsi besar. Cek detailnya!
LAMPUNG, KalderaNews.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Lampung, secara signifikan mulai mereda.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan tingkat aktivitas gunung api tersebut dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB.
BACA JUGA:
- Abu Anak Krakatau Tersebar Sampai Jauh! BRIN Singkap Rahasia Arah Angin
- Waspada! Potensi Erupsi Dahsyat Gunung Anak Krakatau Seperti 1883
- Antisipasi Status Anak Krakatau Berpotensi Siaga (Level 3) Naik Jadi Awas (Level 4)
Berdasarkan laporan khusus Badan Geologi Nomor 1604.Lap/GL.03/BGL/2026, evaluasi menyeluruh hingga 20 September 2026 menunjukkan adanya tren deflasi (penurunan deformasi) serta penurunan intensitas kegempaan secara konsisten usai erupsi besar yang sempat terjadi pada awal September.
Merekah Usai Erupsi: Fenomena Unik Kawah ‘Telor Ceplok’
Di tengah melandainya aktivitas vulkanik pascaerupsi besar yang sempat menyebarkan abu vulkanik ke beberapa wilayah seperti Lampung, Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat, muncul fenomena visual yang menarik perhatian di kawah puncak Gunung Anak Krakatau.
Terekam dari pantauan udara, tampak lingkaran kuning kecokelatan di bagian tengah puncak yang menyerupai bentuk ‘telor ceplok’. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut merupakan hal ilmiah yang wajar terjadi pascaerupsi.
“Gambar yang mirip telor ceplok di Gunung Anak Krakatau itu adalah genangan air di kawah yang terkontaminasi oleh gas belerang serta lapisan dinding kawah,” terang Suwarno.
Genangan Air Kawah + Gas Belerang (Sulfur) + Reaksi Dinding Kawah ──► Visual Lingkaran ‘Telor Ceplok’
Analisis Evaluasi Geologi & Rekomendasi Keselamatan
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengimbau agar masyarakat di pesisir Banten dan Lampung tidak panik serta tidak mudah terpengaruh oleh isu menyesatkan terkait ancaman tsunami.
| Indikator & Parameter | Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau |
| Status Aktivitas | Level II (Waspada) terhitung 21 September 2026. |
| Data Deformasi | Menunjukkan tren deflasi (penurunan tekanan dari dalam kawah). |
| Catatan Kegempaan | Terekam 1 kali Gempa Low Frequency & Tremor Menerus (amplitudo rata-rata 2 mm). |
| Radius Aman | Dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat kawah utama. |
“Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu,” tegas Lana Saria.
Pihak Badan Geologi memastikan akan terus melakukan evaluasi berkala dan berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mengantisipasi setiap dinamika vulkanik di perairan Selat Sunda.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply