Telor Ceplok Gunung Anak Krakatau

Fenomena telor ceplok di Gunung Anak Krakatau usai erupsi
Fenomena telor ceplok di Gunung Anak Krakatau usai erupsi (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Status Gunung Anak Krakatau resmi turun ke Level II Waspada. Fenomena kawah ‘telor ceplok’ muncul usai erupsi besar. Cek detailnya!

LAMPUNG, KalderaNews.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Lampung, secara signifikan mulai mereda.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan tingkat aktivitas gunung api tersebut dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA:

Berdasarkan laporan khusus Badan Geologi Nomor 1604.Lap/GL.03/BGL/2026, evaluasi menyeluruh hingga 20 September 2026 menunjukkan adanya tren deflasi (penurunan deformasi) serta penurunan intensitas kegempaan secara konsisten usai erupsi besar yang sempat terjadi pada awal September.

Merekah Usai Erupsi: Fenomena Unik Kawah ‘Telor Ceplok’

Di tengah melandainya aktivitas vulkanik pascaerupsi besar yang sempat menyebarkan abu vulkanik ke beberapa wilayah seperti Lampung, Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat, muncul fenomena visual yang menarik perhatian di kawah puncak Gunung Anak Krakatau.

Terekam dari pantauan udara, tampak lingkaran kuning kecokelatan di bagian tengah puncak yang menyerupai bentuk ‘telor ceplok’. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut merupakan hal ilmiah yang wajar terjadi pascaerupsi.

“Gambar yang mirip telor ceplok di Gunung Anak Krakatau itu adalah genangan air di kawah yang terkontaminasi oleh gas belerang serta lapisan dinding kawah,” terang Suwarno.

Genangan Air Kawah + Gas Belerang (Sulfur) + Reaksi Dinding Kawah ──► Visual Lingkaran ‘Telor Ceplok’

Analisis Evaluasi Geologi & Rekomendasi Keselamatan

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengimbau agar masyarakat di pesisir Banten dan Lampung tidak panik serta tidak mudah terpengaruh oleh isu menyesatkan terkait ancaman tsunami.

Indikator & ParameterKondisi Terkini Gunung Anak Krakatau
Status AktivitasLevel II (Waspada) terhitung 21 September 2026.
Data DeformasiMenunjukkan tren deflasi (penurunan tekanan dari dalam kawah).
Catatan KegempaanTerekam 1 kali Gempa Low Frequency & Tremor Menerus (amplitudo rata-rata 2 mm).
Radius AmanDilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat kawah utama.

“Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu,” tegas Lana Saria.

Pihak Badan Geologi memastikan akan terus melakukan evaluasi berkala dan berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mengantisipasi setiap dinamika vulkanik di perairan Selat Sunda.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


254 views