
JAKARTA, KalderaNews.com- Sebuah unggahan percakapan antara mahasiswa dan dosen pembimbing tengah viral di media sosial TikTok.
Video yang diunggah akun @netizen.berkomen itu memicu perdebatan warganet terkait batas privasi dalam proses akademik.
Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang mahasiswa menyampaikan keberatan karena proses bimbingan skripsi dilakukan sambil direkam atau disiarkan langsung oleh dosen untuk keperluan konten media sosial.
Mahasiswa itu menyampaikan permintaan secara sopan agar proses bimbingan tidak direkam atau dilive. Ia mengaku merasa tidak nyaman karena menganggap bimbingan skripsi sebagai ranah privasi.
BACA JUGA:
- Viral di Media Sosial, Ada Soal Buku Kelas 1 SD yang Dianggap Tak Sesuai Usia, Warganet Ramai Protes
- Viral hingga Jepang! Rombongan Pelajar Jepang Diduga Curi 40 Pakaian di Toko Ubud, Langsung Kabur dari Indonesia
- Duh! Siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek Demo di Sekolah, Ada Dugaan Pungli!
Isi Chat Mahasiswa ke Dosen yang Viral di Media Sosial
“Maaf sebelumnya, Pak. Jika Bapak berkenan, tidak keberatan, saya tidak mau direkam/live disiarkan Pak untuk konten Bapak,” tulis mahasiswa tersebut.
Namun, respons dosen justru menuai sorotan. Sang dosen mempertanyakan alasan keberatan mahasiswa dan membandingkannya dengan mahasiswa lain yang tidak memprotes.
Ketika mahasiswa kembali menegaskan ketidaknyamanannya, dosen tersebut menyarankan agar mahasiswa mengganti dosen pembimbing.
“Kalau TDK merasa aman kenapa tidak ganti DOSEN PEMBIMBING?!! Konten saya juga inspiratif kok, BKN yg gimana gimana” tulis sang dosen
Percakapan tersebut ditutup dengan pernyataan dosen yang menyilakan mahasiswa mengajukan pergantian pembimbing karena tidak ingin memiliki mahasiswa bimbingan yang banyak komplain. Unggahan ini pun menuai beragam reaksi dari warganet, termasuk dari kalangan dosen sendiri.
Warganet Sayangkan Sikap Sang Dosen
Banyak warganet menyayangkan sikap dosen yang dianggap tidak menghargai privasi mahasiswa.
@kevenkeppi: “Saya seorang dosen, dan jujur merasa dosen yang live sambil bimbingan itu kampungan banget.”
@dua_delima01: “Normal kok kalau ada yang tidak suka direkam. Yang aneh itu dosennya. Dia dapat keuntungan dari memanfaatkan orang lain. Harusnya ditegur.”
@shabrina315: “Saya juga dosen, dan jujur malu dengan situasi seperti ini. Rekam-merekam itu ranah privasi. Secara etika harus ada consent dari mahasiswa. Terakhir saya upload foto mahasiswa itu hanya saat kelulusan, itu pun atas kemauan mereka.”
@nur.rahman_r: “Gaji dosen dengan minimal S2 memang tidak sebanding. Masih harus pengabdian dan penelitian, jadi banyak yang cari penghasilan tambahan.”
@devi_ita1: “Kebalikan di saya. Saya ngajar, malah mahasiswa yang live TikTok. Saya langsung tegur.”
@ibdafikrina: “Saya dosen, dan justru tidak nyaman memposting ujian atau bimbingan. Itu ranah privat dan bisa menyesatkan.”
@huda_rijal: “Sudah benar sarannya, ganti dosen pembimbing saja. Narsisme kadang tidak perlu dilawan, cukup dihindari.”
@denaiguna: “Demi personal branding, korbankan privasi. Aneh sekali dosen ini. Perlu belajar soal consent.”
Hingga kini, unggahan tersebut terus menuai respons dan diskusi luas di media sosial, termasuk di media sosial lainnya seperti Threads.
Banyak warganet menilai kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika, persetujuan, dan batas privasi dalam dunia pendidikan, terutama di era media sosial yang semakin terbuka.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply