Bukan di bioskop, film investigasi Pesta Babi ajak publik gerilya bongkar perampasan lahan adat Papua lewat skema nobar!
JAKARTA, KalderaNews.com – Film bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” hadir bukan melalui gemerlap lampu bioskop komersial atau platform streaming populer, melainkan melalui gerakan akar rumput.
Karya kolaborasi sutradara kawakan Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini hanya dapat disaksikan melalui skema nonton bareng (nobar) komunitas yang tersebar di berbagai pelosok negeri.
Film dokumenter investigatif berdurasi 95 menit ini membedah realitas pahit yang dihadapi masyarakat adat di Merauke, Boven Digoel, hingga Mappi.
BACA JUGA:
- Jejak Dandhy Laksono di Balik Film Pesta Babi, Siapa Dia?
- Selain Unram, Nobar Film Pesta Babi di UIN Mataram Juga Dibubarkan
- Represi Rektorat Unram, Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Paksa!
Tentang Pesta Babi
Penonton akan disuguhkan pemandangan kontras: bentang alam Papua yang dulunya hutan rimbun kini mulai berganti rupa menjadi proyek perkebunan pangan dan bioenergi berskala raksasa.
Lewat kacamata suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu, film ini merekam bagaimana “pembangunan” justru mengancam kedaulatan tanah leluhur mereka.
Judul Pesta Babi diambil dari tradisi sakral masyarakat Papua, di mana babi merupakan simbol perdamaian dan perekat tatanan sosial.
Namun, di balik judul tersebut, tersimpan kritik tajam mengenai proyek industri yang kerap mengatasnamakan ketahanan pangan dan transisi energi, namun justru menyisihkan hak-hak masyarakat lokal.
Syarat nobar Pesta Babi
Karena aksesnya yang eksklusif, Ekspedisi Indonesia Baru sebagai penyelenggara mengajak masyarakat untuk menjadi agen perubahan dengan menggelar pemutaran mandiri.
Bagi organisasi, komunitas, atau kelompok warga yang ingin mengadakan nobar, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui formulir resmi di laman Ekspedisi Indonesia Baru.
Namun, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi oleh penyelenggara:
- Peserta minimal terdiri dari 10 orang.
- Penyelenggara wajib mempublikasikan kegiatan di media sosial dengan menandai akun resmi panitia.
- Wajib menggunakan tagar perjuangan #PestaBabi dan #PapuaBukanTanahKosong.
- Menjaga integritas karya dengan tidak menyebarluaskan film secara ilegal.
- Mengirimkan dokumentasi kegiatan setelah acara usai sebagai bentuk laporan.
Setelah pendaftaran diverifikasi dan disetujui, panitia akan mengirimkan tautan resmi film sekitar dua hari sebelum jadwal pemutaran.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara belum memberikan sinyal kapan film ini akan dilepas ke publik secara luas.
Maka, memantau akun Instagram @idbaruid menjadi cara terbaik untuk mendapatkan informasi terkini mengenai jadwal nobar di kota kamu.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply