Inilah Identitas Lengkap 3 Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono

Evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara
Evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Daftar identitas 3 korban tewas erupsi Gunung Dukono. Tim SAR evakuasi 2 WNA Singapura dan 1 WNI dari zona bahaya dekat kawah.

HALMAHERA, KalderaNews.com – Operasi SAR pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, resmi ditutup pada Minggu (10/5/2026).

Setelah tiga hari pencarian intensif di medan yang ekstrem, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh pendaki yang dilaporkan hilang.

Tragedi ini menelan tiga korban jiwa setelah sebuah kelompok pendaki nekat menerobos zona terlarang di tengah aktivitas vulkanik yang tinggi.

BACA JUGA:

Berikut adalah informasi mendalam mengenai identitas korban dan kronologi penemuan mereka.

Inilah Identitas Lengkap 3 Korban Meninggal

Berdasarkan data dari Kantor SAR Ternate dan proses identifikasi tim DVI Polda Maluku Utara, berikut adalah identitas ketiga korban yang dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi erupsi Gunung Dukono:

1. Angel Krishela Pradita

  • Kewarganegaraan: Indonesia.
  • Keterangan: Korban pertama yang berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim penyelamat sesaat setelah erupsi terjadi.

2. Heng Wen Qiang Timothy (30 tahun)

  • Kewarganegaraan: Singapura.
  • Keterangan: Ditemukan pada hari ketiga operasi di dekat bibir kawah.

3. Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27 tahun)

  • Kewarganegaraan: Singapura.
  • Keterangan: Ditemukan berdampingan dengan korban kedua di bawah timbunan material vulkanik.

Ditemukan di Zona Bahaya: 20 Meter dari Bibir Kawah

Penemuan dua jenazah warga negara asing (WNA) asal Singapura ini menjadi titik akhir operasi SAR. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa posisi kedua korban berada di area yang sangat berbahaya, yakni hanya berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah.

Detik-detik pendaki menyaksikan erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara
Detik-detik pendaki menyaksikan erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (KalderaNews/Ist)

Tim SAR gabungan mulai mencurigai lokasi tersebut setelah melihat gundukan pasir vulkanik yang tidak wajar di puncak gunung.

Setelah dilakukan pengecekan, jasad kedua pria tersebut ditemukan dalam kondisi bersebelahan, hanya berjarak sekitar 3 meter dari lokasi penemuan korban pertama, Angel Krishela.

Kondisi Evakuasi yang Memprihatinkan

Proses evakuasi yang dipimpin langsung oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, berlangsung sangat dramatis.

Tubuh kedua korban ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan akibat hantaman material vulkanik saat erupsi besar terjadi pada Jumat (8/5/2026).

Tim SAR harus melakukan penggalian manual menggunakan tangan karena jenazah tertimbun abu vulkanik hitam yang tebal dan tertimpa batu besar berdiameter sekitar dua meter.

Kondisi fisik jenazah dilaporkan sudah tidak utuh dan hanya tersisa tulang belulang akibat suhu panas dan material berat yang menghantam tubuh mereka.

“Kondisi jenazah kami sulit menjelaskan, yang pasti sudah dievakuasi dua orang yang hilang, dan memang sudah sangat tidak utuh,” ujar Iwan Ramdani.

Tantangan Medan Ekstrem dan Pelanggaran Aturan

Selain aktivitas vulkanik yang fluktuatif, tim SAR harus berhadapan dengan cuaca ekstrem berupa hujan deras dan badai di puncak gunung.

Jalur pendakian dari Desa Mamuya berubah menjadi lumpur tebal, sementara lereng di sekitar kawah menjadi sangat licin dan rawan longsor.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pecinta alam. Kelompok yang terdiri dari 20 orang (9 WNA Singapura dan 11 WNI) tersebut diketahui mendaki secara ilegal pada 7 Mei 2026.

Padahal, otoritas setempat telah memberlakukan zona terlarang radius 4 km dari kawah sejak April 2024 mengingat status Gunung Dukono yang erupsi hampir tanpa henti sejak 1933.

Saat ini, kedua jenazah pendaki Singapura telah dibawa ke RSUD Tobelo. Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) dikabarkan telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses pemulangan jenazah ke negara asal.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*