Wajib Tahu! Ini Batas Maksimal Kerugian Saham yang Masuk Akal

Investasi saham
Investasi saham (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

Terjebak rugi dalam. Simak batas maksimal kerugian saham yang masuk akal dan alasan matematis mengapa kamu harus cut loss di angka 10%.

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Dalam dunia investasi saham, melihat portofolio berwarna merah adalah hal yang biasa. Namun, banyak investor pemula yang sering kali terjebak dalam dilema: kapan harus bertahan dan kapan harus merelakan kerugian?

Sering kali, pemula baru mulai merasa panik ketika modal mereka sudah tergerus hingga minus 50%. Padahal, menunggu hingga angka tersebut adalah kesalahan fatal yang bisa melumpuhkan pertumbuhan aset kamu dalam jangka panjang.

Berapa Batas Maksimal Kerugian yang Ideal?

Secara psikologis dan matematis, para ahli menyarankan batas ideal untuk melakukan cut loss atau membatasi kerugian adalah di kisaran 7% hingga 10%.

SIMAK JUGA: Akun Dormant: Mengapa Investor Pemula Gagal Mulai Investasi Saham?

Mungkin bagi sebagian orang, angka 10% terlihat kecil. Namun, menetapkan disiplin pada angka ini adalah kunci untuk menyelamatkan sisa modal kamu agar bisa diputar kembali pada instrumen yang lebih menguntungkan.

Logika Matematika: Mengapa Minus 50% Sangat Berbahaya?

Alasan utama mengapa kamu tidak boleh membiarkan kerugian menyentuh angka 50% adalah karena adanya perbedaan beban kerja pemulihan modal. Perhatikan perbandingan matematis berikut:

Rugi 10%: Jika kamu kehilangan 10% dari modal, kamu “hanya” membutuhkan kenaikan sekitar 11% pada investasi berikutnya untuk kembali ke titik nol (BEP). Angka 11% masih sangat mungkin dicapai dalam waktu singkat di pasar saham.

Rugi 50%: Namun, jika kamu membiarkan kerugian mencapai 50%, kamu membutuhkan kenaikan sebesar 100% hanya untuk balik modal.

Mengejar kenaikan harga hingga dua kali lipat (100%) jauh lebih sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama dibandingkan mencari keuntungan 11%. Dengan kata lain, semakin dalam kamu jatuh, semakin berat perjuangan kamu hanya untuk kembali ke titik awal.

Tips Menghadapi Saham yang Anjlok

Agar tidak terjebak dalam kerugian yang tidak masuk akal, berikut beberapa langkah yang bisa kamu ambil:

  • Tentukan Trading Plan Sejak Awal: Sebelum membeli saham, tentukan di harga berapa kamu akan menjual jika prediksi kamu salah.
  • Disiplin pada Batas 10%: Jadikan angka 10% sebagai “rem darurat”. Jangan biarkan emosi atau harapan palsu membuat kamu menahan saham yang terus merosot.
  • Evaluasi Fundamental: Jika saham turun karena kinerja perusahaan yang memburuk secara permanen, segera keluar tanpa memandang berapa pun minusnya.

Investasi bukan tentang siapa yang paling berani menahan rugi, melainkan siapa yang paling cerdas mengelola risiko.

Membatasi kerugian di angka 7% – 10% adalah strategi terbaik untuk memastikan kamu tetap memiliki “peluru” yang cukup untuk bertempur di peluang investasi berikutnya.

Jangan tunggu sampai minus 50%, karena jalan pulang menuju balik modal akan menjadi pendakian yang sangat terjal bagi kamu.

SIMAK JUGA: Inilah 15 Sekuritas Retail Terbaik dan Terpercaya di Indonesia yang Berizin OJK

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*