Akun Dormant: Mengapa Investor Pemula Gagal Mulai Investasi Saham?

4 Prinsip Investasi Paling Kece Buat Milenial
Generasi Milenial (Foto: Illustrasi)
Sharing for Empowerment

Pahami apa itu akun dormant dan alasan investor pemula takut memulai. Jangan biarkan akun saham kamu tidur tanpa investasi.

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Fenomena pertumbuhan investor baru di pasar modal Indonesia memang luar biasa. Namun, di balik angka tersebut, tersimpan fakta unik: banyak investor pemula yang sudah berhasil membuka rekening efek, namun tidak kunjung menyetorkan dana (top up) apalagi melakukan transaksi pertama.

Kondisi inilah yang memicu munculnya Akun Dormant. Jika akun investasi kamu tidak ada aktivitas dalam waktu lama, akun tersebut akan masuk ke kategori “tidur”.

Apa Itu Akun Dormant?

Akun dormant adalah status ketika rekening efek kamu tidak menunjukkan aktivitas transaksi jual atau beli selama 6 bulan hingga 2 tahun (tergantung kebijakan sekuritas).

SIMAK JUGA: Tip Menghindari Keputusan Emosional dan Impulsif dalam Investasi

Status ini biasanya berujung pada pembatasan akses hingga penonaktifan sementara demi alasan keamanan.

Mengapa Investor Pemula Sering Membiarkan Akunnya Tidur?

Berdasarkan pengamatan psikologi pasar dan perilaku investor ritel, ada beberapa alasan mengapa kamu atau banyak orang di luar sana ragu untuk memulai meski sudah punya akun:

  1. Analisis Berlebihan (Analysis Paralysis): Banyak investor pemula merasa belum cukup ilmu. Kamu mungkin terus-menerus belajar teori, melihat grafik, dan membaca berita, tapi justru berakhir bingung menentukan saham mana yang harus dibeli pertama kali. Akhirnya, dana tidak pernah disetorkan karena takut salah langkah.
  2. Faktor Psikologis: Takut Kehilangan Uang: Meski sudah membuka akun, rasa takut akan risiko (loss aversion) seringkali lebih besar daripada keinginan untuk untung. Tanpa pendampingan atau strategi yang jelas, investor pemula cenderung membiarkan akun kosong sebagai bentuk “pertahanan diri”.
  3. Hambatan Teknis dan Lupa Data: Proses pembukaan akun saat ini sangat mudah secara online. Namun, kemudahan ini terkadang membuat investor tidak merasa “memiliki” tanggung jawab besar. Banyak yang akhirnya lupa password atau PIN transaksi hanya dalam hitungan minggu setelah akun jadi.
  4. Ketiadaan Tujuan Investasi yang Jelas: Banyak yang ikut-ikutan tren (FOMO) saat pembukaan akun. Begitu tren mereda, motivasi untuk menyetorkan dana hilang karena kamu tidak memiliki tujuan keuangan jangka panjang yang kuat.

Apa Kata Riset?

Beberapa studi perilaku keuangan menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan berbanding lurus dengan keaktifan akun. Investor dengan literasi rendah cenderung memiliki tingkat “dropout” yang tinggi setelah tahap pendaftaran.

Selain itu, riset internal dari berbagai platform investasi menunjukkan bahwa “The Power of the First Trade” sangat krusial.

Investor yang melakukan transaksi pertama dalam kurun waktu 7 hari setelah akun aktif, memiliki kemungkinan 80% lebih besar untuk menjadi investor aktif dibandingkan mereka yang menunda lebih dari sebulan.

SIMAK JUGA: 5 Tip Sukses Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*