Wacana Data Center AI Dekat Jatiluhur, Benarkah Bisa Bikin Air Menipis?

Energi baru terbarukan (EBT) bersumber dari panas matahari yang ditangkap oleh panel surya yang mengapung di atas permukaan air Waduk Cirata, Jawa Barat. (KalderaNews/Ist)
Energi baru terbarukan (EBT) bersumber dari panas matahari yang ditangkap oleh panel surya yang mengapung di atas permukaan air Waduk Cirata, Jawa Barat. (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Konsumsi air data center AI menjadi sorotan. Berapa banyak air yang dibutuhkan dan apakah berdampak pada air bersih?

JAKARTA, KalderaNews.com – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin meluas, mulai dari mencari informasi, membuat tulisan, menghasilkan gambar hingga membantu pekerjaan pemrograman.

Di balik penggunaannya, AI membutuhkan infrastruktur berupa data center yang mengoperasikan server dalam jumlah besar. Infrastruktur tersebut membutuhkan energi sekaligus sistem pendingin agar perangkat dapat bekerja tanpa mengalami panas berlebih.

Hal inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan mengenai konsumsi air, terutama setelah wacana pembangunan data center AI berjarak sekitar 5 kilometer dari Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, menuai kritik.

BACA JUGA:

Wacana Data Center AI Dekat Waduk Jatiluhur

Rencana pembangunan data center AI di sekitar Waduk Jatiluhur mendapat perhatian karena masyarakat khawatir keberadaan pusat data tersebut dapat menambah tekanan terhadap kebutuhan air bersih.

Kekhawatiran serupa disampaikan anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Maulana Yusuf Erwinsyah. Dalam pernyataannya, Maulana meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka manfaat sekaligus potensi dampak pembangunan data center tersebut.

Ia merujuk pada sejumlah penelitian mengenai dampak lingkungan pusat data AI berskala besar. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kebutuhan air untuk sistem pendinginan, air buangan, kebisingan, serta emisi karbon.

Maulana juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan mitigasi sejak tahap perencanaan agar potensi dampak pembangunan dapat diantisipasi.

“Apalagi nanti setelah ada pembangunan, efek negatifnya terjadi, tentu pemerintah eksekutif dan legislatif menjadi kambing hitam yang sewaktu-waktu bisa sangat disalahkan akibat pembangunan data center AI ini,” kata Maulana.

Mengapa Data Center AI Membutuhkan Pasokan Air?

AI tidak mengonsumsi air secara langsung setiap kali seseorang mengetik pertanyaan. Air terutama digunakan oleh infrastruktur yang menjalankan layanan AI, khususnya data center.

Server yang memproses berbagai permintaan AI bekerja dengan beban tinggi dan menghasilkan panas. Maka dari itu, pusat data membutuhkan sistem pendinginan untuk menjaga suhu peralatan tetap berada pada batas operasional.

Salah satu metode pendinginan menggunakan air melalui sistem evaporatif. Dalam proses tersebut, air membantu membuang panas dengan cara diuapkan.

Selain penggunaan langsung untuk pendinginan, konsumsi air juga dapat terjadi secara tidak langsung melalui pembangkitan listrik yang memasok energi ke data center.

Pembangkit listrik tertentu, khususnya pembangkit termoelektrik, juga membutuhkan air dalam proses operasionalnya. Artinya, jejak penggunaan air AI tidak hanya berasal dari lokasi data center, tetapi dapat mencakup rantai pasokan energinya.

Tidak Semua Pertanyaan AI Menghabiskan Air dalam Jumlah Sama

Angka yang pernah beredar mengenai satu pertanyaan AI yang disebut membutuhkan sekitar setengah liter air tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk seluruh layanan AI saat ini.

Kebutuhan air dapat berbeda tergantung model yang digunakan, jenis tugas, efisiensi perangkat keras, sistem pendinginan, lokasi data center, hingga sumber listrik yang digunakan.

Sebagai gambaran, Google menyebut satu prompt teks di Gemini rata-rata membutuhkan sekitar 0,26 mililiter air. Angka tersebut jauh lebih kecil dibanding estimasi setengah liter yang pernah banyak dikutip.

Artinya, penggunaan satu prompt secara individual tidak serta-merta berarti seseorang menghabiskan ratusan mililiter air. Namun, persoalannya menjadi berbeda ketika penggunaan AI dihitung dalam skala yang sangat besar.

Penggunaan AI dalam Skala Besar Bisa Meningkatkan Konsumsi Air

Satu permintaan mungkin membutuhkan air dalam jumlah relatif kecil. Akan tetapi, layanan AI digunakan oleh sangat banyak orang setiap hari.

Selain jumlah pengguna, jenis pekerjaan yang dilakukan AI juga memengaruhi kebutuhan komputasi. Tugas sederhana seperti menjawab pertanyaan teks tidak memiliki beban yang sama dengan pekerjaan yang membutuhkan pemrosesan lebih kompleks, misalnya menghasilkan video atau menjalankan kode.

Semakin besar kebutuhan komputasi, semakin besar pula energi dan sistem pendinginan yang diperlukan. Maka dari itu, dampak penggunaan air lebih relevan ketika dilihat secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan satu pertanyaan yang dikirim pengguna.

Apakah AI Bisa Memengaruhi Pasokan Air Bersih?

Konsumsi air data center tidak otomatis berarti pasokan air bersih suatu wilayah akan terganggu. Dampaknya bergantung pada berbagai faktor, termasuk teknologi pendinginan, sumber air, kondisi ketersediaan air setempat, kebutuhan masyarakat, serta skala data center.

Potensi persoalan menjadi lebih besar apabila pusat data berukuran besar dibangun di wilayah yang memang menghadapi tekanan terhadap ketersediaan air, terutama daerah beriklim panas atau rawan kekeringan.

Oleh sebab itu, rencana pembangunan data center perlu mempertimbangkan kebutuhan air dan dampaknya terhadap sumber daya air di wilayah sekitar sejak tahap perencanaan.

Artinya, kekhawatiran mengenai konsumsi air AI memiliki dasar karena data center memang dapat menggunakan air dalam operasionalnya.

Namun, besarnya penggunaan dan dampaknya terhadap pasokan air bersih tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan angka konsumsi satu prompt.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


205 views