Langka! Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Pendakian Ditutup!

Blue fire di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat
Blue fire di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Foto: Antara/HO Badan Geologi)
Sharing for Empowerment

Fenomena langka blue fire muncul di Kawah Manuk Gunung Papandayan. Jalur pendakian ditutup, wisatawan dilarang mendekat 500m!

GARUT, KalderaNews.com – Fenomena alam yang sangat langka terjadi di kawasan Kawah Manuk, Kompleks Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sinar api berwarna biru atau blue fire terpantau muncul pada dini hari tanggal 23 hingga 24 September 2026. Fenomena ini menarik perhatian publik karena selama ini blue fire di Indonesia identik dan hanya populer di kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur.

BACA JUGA:

Demi mengantisipasi keselamatan pengunjung dan pendaki, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan menghentikan sementara aktivitas pendakian hingga ke Pos 4.

Penyebab Kemunculan Blue Fire Menurut Badan Geologi

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menerjunkan tim untuk menganalisis fenomena tersebut di lokasi Manifestasi Panas Baru.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa blue fire muncul akibat pelepasan gas panas bertekanan tinggi yang membakar material belerang (sulfur) di permukaan tanah saat berinteraksi langsung dengan oksigen.

“Serbuk berwarna menyerupai abu sisa pembakaran ditemukan di sekitar lokasi, yang kemungkinan berkaitan dengan proses pemanasan atau pembakaran material permukaan akibat paparan panas,” terang Lana Saria (27/9/2026).

Sementara itu, Kepala PVMBG, S.S. Rita Susilawati, menambahkan bahwa pengamatan Sejak 2025 menunjukkan adanya kecenderungan penyempitan bukaan di Kawah Manuk.

Kondisi ini diduga mengubah jalur pelepasan gas panas vulkanik sehingga keluar melalui rekahan baru pada dinding kawah.

Status Gunung Papandayan dan Potensi Bahaya Gas Beracun

Meskipun blue fire memicu penutupan sementara jalur pendakian, Badan Geologi mengonfirmasi bahwa status Gunung Papandayan masih bertahan pada Level I (Normal). Tidak ada perubahan rasio gas secara drastis maupun indikasi perubahan sistem hidrotermal bawah permukaan yang berpotensi memicu letusan besar.

Kendati statusnya Normal, area sekitar blue fire menyimpan potensi bahaya mematikan berupa semburan gas vulkanik beracun seperti Sulfur Dioksida, Hidrogen Sulfida dan Karbon Dioksida yang melebihi ambang batas aman manusia.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengimbau masyarakat agar tidak tergiur mendekati lokasi kawah hanya demi konten foto atau video.

“Jangan menjadikan blue fire sebagai alasan untuk mendekati kawah demi foto atau video… Dalam mitigasi gunung api, keselamatan lebih penting daripada mendapatkan foto terbaik,” pangkas Daryono.

Rekomendasi Keselamatan bagi Wisatawan dan Pendaki

Guna menghindari risiko paparan gas berbahaya, Badan Geologi dan PVMBG mengeluarkan beberapa instruksi tegas:

  1. Radius Aman 500 Meter: Dilarang beraktivitas, mendaki, maupun berkemah dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif (Kawah Baru, Kawah Mas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk).
  2. Waspada Cuaca Mendung dan Hujan: Gas beracun cenderung tertahan di area cekungan dan tempat rendah saat kondisi udara lembap atau tidak ada angin kencang.
  3. Pahami Gejala Keracunan Gas: Segera evakuasi dan jauhi kawah jika mencium bau belerang menyengat, mengalami pusing, sesak napas, atau mata dan tenggorokan terasa perih.

Tim gabungan Badan Geologi dan pengelola TWA Gunung Papandayan terus melakukan pemantauan berkala guna menguji kestabilan emisi gas sebelum kembali membuka kawasan wisata secara aman bagi publik.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


70 views