
Viral petani terbang diangkut drone berakhir minta maaf di kantor polisi, warganet heran dan kritik pola pikir aparat.
JOMBANG, KalderaNews.com – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh video klarifikasi dan permintaan maaf dari Budianto (47), Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang sekaligus pemilik akun TikTok @mbahkaruhon.
Budianto mendatangi Polsek Kabuh, Jombang, untuk meminta maaf setelah video unggahannya yang memperlihatkan seorang petani “terbang” diangkut drone pertanian viral dan memicu perdebatan publik.
Langkah kepolisian yang memanggil dan memfasilitasi permintaan maaf tersebut memicu reaksi keras dari warganet, salah satunya melalui utasan viral yang diunggah oleh akun @andre.d.wibowo di platform Threads.
BACA JUGA:
- Petani Jombang Viral Terbang Naik Drone, Analisis Teknologi dan Keamanannya
- Hati-hati, Buang Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Kena OTT Lewat Drone, Denda 500 Ribu
- Musuh Nyata Pendidikan di Era AI Bukan Teknologi, Tapi Kurikulum yang Membosankan
“Buset. Di China drone dipakai buat bantu evakuasi korban banjir. Di sini drone dipakai buat ngangkat orang buat hiburan, terus ujung-ujungnya minta maaf. Kadang yang ketinggalan bukan teknologinya. Tapi cara mikirnya,” tulis akun tersebut.
Warganet: “Pola Pikir Petani Lebih Maju dari Polisi”
Utasan tersebut langsung diserbu komentar senada dari warganet lain yang merasa heran mengapa inovasi dan hiburan kreatif para petani lokal justru berujung pada tindakan hukum yang dinilai berlebihan. Banyak warganet mengkritik respons aparat yang dianggap kurang kerjaan.
- “Keliatan banget kalau polisi kurang kerjaan,” sindir akun
mindtraveler.id. - “Pola pikir para petani ternyata lebih maju daripada pola pikir polisi,” tulis akun
qomifis. - “Orang mempermudah pekerjaannya kok ditangkep. Kayak gak ada kasus lain aja,” tambah
yudi.pedrosayang sempat menyangka drone tersebut disita. - Sementara akun
rosalinchintyamenyindir ketertinggalan adopsi teknologi di dalam negeri. “Lah Indonesia kan mundur 20 tahun dari China kak tentang teknologi hahahahah. Diakui maupun nggak, Indonesia itu darurat bloon dan melek teknologinya.”
Hanya Konten Iseng untuk Uji Beban
Sebelumnya, Budianto telah mengonfirmasi bahwa aksi petani terbang tersebut murni merupakan konten iseng demi hiburan dan menguji kekuatan alat, bukan moda transportasi rutin. Drone pertanian berkapasitas besar itu sejatinya dibeli untuk menyemprot pestisida dan mengangkut beban berat hingga 150 kg.
“Itu sebenarnya buat konten saja. Itu sebenarnya ya iseng-iseng saja. ‘Coba-coba ini angkut aku kuat enggak? Beratmu kan cuman mungkin 60 sampai 70 kilo diangkut, ya bisa nyampe sana’,” ujar Budianto saat dikonfirmasi.
Budianto memodifikasi drone tersebut dengan mencopot tandon airnya lalu memasang tali tambang. Selain mempermudah kerja, teknologi ini sengaja dihadirkan untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian tanpa harus lelah memanggul pupuk kandang (kohe) secara manual.
Meskipun mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian yang menyebut aksi tersebut “kreatif”, tekanan dari pihak berwajib membuat Budianto akhirnya memilih meminta maaf di kantor polisi karena menyadari tindakannya bisa membahayakan keselamatan.
“Atas kegaduhan video tersebut saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat di mana pun berada, dan akan saya sampaikan kepada mitra saya bahwa hal tersebut sangat berbahaya, serta tidak akan mengulanginya lagi,” pungkas Budianto di hadapan petugas Polsek Kabuh.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply