
Mengenang Paula Diana Warokka, ibunda Gita Wirjawan yang ternyata pembawa baki Bendera Pusaka pada HUT ke-2 RI tahun 1947.
JAKARTA, KalderaNews.com – Indonesia kembali kehilangan salah satu saksi sejarah terbaiknya. Rakyat tak banyak yang tahu sosok penting ini.
Paula Diana Warokka Wirjawan, sosok perempuan tangguh asal Minahasa yang mengukir sejarah pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, mengembuskan napas terakhirnya pada 9 Juli 2026 di usia 93 tahun.
BACA JUGA:
- Warisan Rachmat Gobel, Etos Kerja Rendah Hati
- Profil dan Pendidikan Desak Made Rita, Juara Dunia Panjat Tebing
- Profil Lengkap Hakim Andi Saputra di Dissenting Opinion Kasus Nadiem
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta berbagai institusi di Indonesia. Jenazah almarhumah dikebumikan dengan khidmat di tempat pemakaman San Diego Hills, Karawang, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Saksi Sejarah: Pembawa Baki Bendera Pusaka HUT Ke-2 RI
Lahir pada 23 Oktober 1932, nama Paula Diana Warokka tercatat dalam tinta emas sejarah kepanduan dan kenegaraan Indonesia.
Pada 17 Agustus 1947, saat Indonesia baru berusia dua tahun dan ibu kota negara terpaksa dipindahkan ke Yogyakarta akibat agresi militer, Paula terpilih sebagai pembawa baki Bendera Pusaka.
Tugas sakral tersebut dilaksanakan dalam upacara peringatan HUT ke-2 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung).
Di tengah situasi politik dan keamanan negara yang masih genting, dedikasi serta keberaniannya menjadi simbol semangat generasi muda saat itu dalam mengawal kedaulatan bangsa.
Sosok Ibu yang Tangguh dan Pendidik yang Berdedikasi
Semasa hidupnya, Paula Diana Warokka menikah dengan Wirjawan Djojosoegito. Pasangan ini dikaruniai lima orang anak, salah satunya adalah Gita Wirjawan, tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI periode 2011–2014 dan Ketua Umum PBSI.
Keberhasilan anak-anaknya menjadi bukti nyata keteguhan kepemimpinan Paula sebagai seorang ibu dalam mendidik keluarga.
Selain perannya di dalam keluarga, almarhumah juga dikenal luas sebagai sosok yang berintelektual tinggi.
Kecintaannya pada dunia pendidikan tecermin dari profesinya sebagai dosen bahasa Inggris di Politeknik Sahid. Selama bertahun-tahun, beliau mendedikasikan waktu dan ilmunya untuk membentuk generasi muda yang kompeten dan berwawasan global.
Banjir Ucapan Duka dari Berbagai Institusi
Kepergian perempuan berdarah kawanua ini memicu gelombang rasa duka dari berbagai lingkaran organisasi dan sosial di tanah air. Ucapan belasungkawa di antaranya datang dari:
- Kadin Indonesia: Mengingat kontribusi besar keluarga Wirjawan terhadap dunia usaha dan perekonomian nasional.
- Kerabat GK (Gita Komunitas): Komunitas dan kolega terdekat Gita Wirjawan yang turut merasa kehilangan sosok ibu inspiratif.
- Civitas Academica Politeknik Sahid: Tempat almarhumah mengabdi sebagai pendidik.
Paula Diana Warokka Wirjawan adalah cerminan dari generasi perintis yang memadukan pengabdian sejarah, dedikasi domestik sebagai ibu, serta kontribusi nyata di dunia pendidikan.
Kendati raganya telah tiada, warisan keteladanan dan kontribusinya bagi Indonesia akan tetap hidup. Selamat jalan, Ibu Paula.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply