SD Santo Yosef Tarakanita Siapkan Generasi Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial

Studium Generale bertema “Bijak Bermedia Sosial” bagi peserta didik kelas 4–6 pada Jumat, 17 Juli 2026
Studium Generale bertema “Bijak Bermedia Sosial” bagi peserta didik kelas 4–6 pada Jumat, 17 Juli 2026 (KalderaNews/Dok. Tarakanita)
Sharing for Empowerment

SD Santo Yosef Tarakanita gelar Studium Generale agar siswa kelas 4–6 cerdas, aman, dan bijak bermedia sosial.

SURABAYA, KalderaNews.com – Penggunaan media sosial di kalangan anak usia sekolah dasar semakin meningkat. Menyikapi kondisi tersebut, SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya menyelenggarakan Studium Generale bertema “Bijak Bermedia Sosial” bagi peserta didik kelas 4–6 pada Jumat, 17 Juli 2026 sebagai bekal agar siswa mampu memanfaatkan media sosial secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Seminar menghadirkan Agnes Maria Sumargi, Ph.D., Psikolog dan Dr. Yettie Wandansari, M.Si., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Melalui berbagai aktivitas interaktif, polling, diskusi, permainan, serta video edukatif, peserta diajak memahami bagaimana menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:

Materi pembelajaran meliputi mengenal fakta dan mitos tentang gawai, mengelola diri dalam menggunakan gawai, bijak bermedia sosial, serta membangun komitmen menjadi anak cerdas digital.

Pada awal sesi, siswa diajak mengikuti polling “Fakta atau Mitos?” mengenai penggunaan media sosial. Kegiatan ini membuka wawasan peserta bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipercaya. Mereka diajak berpikir kritis sebelum menerima ataupun menyebarkan informasi kepada orang lain.

Narasumber juga mengajak peserta menyaksikan video mengenai anak yang mengalami kecanduan gawai, kemudian mendiskusikan dampaknya terhadap kesehatan, hubungan sosial, prestasi belajar, hingga pengendalian diri.

Dari diskusi tersebut, siswa menyadari pentingnya mengatur waktu penggunaan gawai agar tetap seimbang dengan aktivitas belajar, berolahraga, beribadah, dan berinteraksi langsung dengan keluarga maupun teman.

Materi inti disampaikan melalui konsep “4S” sebagai pedoman menjadi anak cerdas digital dan pengguna media sosial yang bertanggung jawab. Siswa diajak untuk Saring informasi sebelum mempercayai atau membagikannya, Santun dalam berkomunikasi di dunia maya, Selalu Aman dengan menjaga data pribadi dan privasi, serta Seimbang dalam menggunakan gawai agar tidak mengganggu kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.

Selain itu, para narasumber menekankan pentingnya menjaga jejak digital karena setiap unggahan akan meninggalkan rekam jejak yang dapat berdampak pada masa depan seseorang.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan pengalaman yang mereka bagikan mengenai penggunaan media sosial. Diskusi berlangsung hidup ketika siswa diajak menganalisis berbagai situasi yang sering ditemui di dunia digital, seperti menerima pesan dari orang asing, melihat berita yang belum tentu benar, maupun menyikapi komentar yang kurang menyenangkan di media sosial.

Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama mengucapkan komitmen menjadi anak yang bijak bermedia sosial melalui yel-yel, “Siapa Aku? Aku Anak Cerdas Digital, Pakai Media Sosial dengan Bijak!” Kegiatan tersebut menjadi simbol kesiapan peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya, Antonius Gunarto, S.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter pada era digital harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, peserta didik tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki etika, tanggung jawab, dan kecakapan dalam menggunakan media sosial.

“Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Karena itu, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membekali peserta didik agar mampu berpikir kritis, menjaga etika dalam berkomunikasi, menghargai privasi, serta bertanggung jawab atas setiap jejak digital yang mereka tinggalkan,” tandasnya.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya semakin bijak dalam bermedia sosial dan mampu menjadi agen kebaikan yang menyebarkan nilai-nilai positif, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Inilah wujud pendidikan karakter yang kami bangun, sejalan dengan semangat Tarakanita untuk membentuk pribadi yang cerdas, berintegritas, dan berbelarasa.”

Melalui Studium Generale ini, SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya menegaskan bahwa literasi digital merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Sekolah berharap peserta didik tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar dan berkarya, tetapi juga menjadi pribadi yang berintegritas, kritis, santun, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas di dunia digital. (Penulis: Ratih June)

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*