Bocor! Bos Wall Street Sesumbar Kripto Siap Meledak 12 Bulan Lagi

Kripto
Kripto (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

Tom Lee sebut kripto bakal bullish parah dalam 12 bulan ke depan. Simak alasan, prediksi siklus, dan potensi tokenisasi aset!

The Path To Financial Freedom, EduFulus  –  Prediksi optimis menyelimuti pasar aset digital. Tom Lee, Kepala Riset di Fundstrat Global Advisors sekaligus Ketua BitMine Immersion Technologies, menyatakan bahwa 12 bulan ke depan akan menjadi periode yang sangat bullish bagi pasar kripto.

SIMAK JUGA: Ternyata! Otak Pencurian Kripto Rp4,41 Triliun, Remaja 22 Tahun Asal Singapura

Pernyataan ini muncul di tengah posisi BitMine yang memegang 5,93 juta Ether (ETH) dan tengah menghadapi unrealized loss sekitar US$5 miliar akibat dinamika pasar terkini.

Masa Terburuk Usai: Siklus Bottom Diperkirakan Terjadi Bulan Depan

Salah satu argumen utama Lee adalah bahwa fase kapitulasi paling parah telah terlewati. Crash hebat yang dipicu ancaman tarif 100% terhadap Cina telah memicu likuidasi terbesar dalam sejarah kripto, menghapuskan lebih dari US$19 miliar posisi leverage hanya dalam satu hari.

Hilangnya uang pinjaman (leverage) tersebut dinilai membersihkan buih spekulasi di pasar. Lee mengestimasi bahwa titik terendah (bottom) dari siklus empat tahunan kripto akan tercapai pada bulan depan.

Saat ini, pergerakan harga masih dalam tahap pemulihan:

  • Bitcoin (BTC): Berada di kisaran US$77.315, atau terdepresiasi sekitar 39% dari rekor tertinggi (*all-time high*) di atas US$126.000.
  • Ethereum (ETH): Mencatatkan kenaikan harian 3,2% ke level US$2.533.

Narasi Tokenisasi Aset: Potensi Nilai Hingga US$20 Triliun

Faktor pendorong utama (catalyst) jangka panjang yang diusung Lee adalah proses tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets / RWA), yakni migrasi saham, obligasi, dan instrumen keuangan ke atas jaringan blockchain.

Secara teoritis, Lee mengkalkulasikan:

  • Jika US$100 triliun aset global berpindah ke blockchain, dan 1% dari nilai tersebut menghasilkan biaya pengelolaan, maka pendapatan industri bisa mencapai US$1,1 triliun per tahun.
  • Menggunakan valuasi standar pasar, potensi kapitalisasi pasar dari sektor ini bisa menembus US$20 triliun.

Namun, proyeksi ini memicu perdebatan. Chief Investment Officer Theo, Iggy Ioppe, mengingatkan risiko “tokenization theater”, di mana aset hanya dibungkus (wrapped) tanpa adanya aktivitas ekonomi riil.

SIMAK JUGA: Jumlah Investor Kripto Tembus 22 Juta, Mengapa Transaksi Malah Anjlok?

Berdasarkan Laporan Tokenisasi 2026 dari BeInCrypto Research, jumlah aset yang benar-benar on-chain baru mencapai US$60 miliar (sekitar 0,06% dari target Lee), di mana 56% di antaranya stagnan tanpa aktivitas transfer mingguan.

Kejelasan Regulasi melalui CLARITY Act

Dari sisi regulasi, perhatian pelaku pasar tertuju pada voting Washington terkait CLARITY Act. Undang-undang ini dirancang untuk memberikan wewenang pengawasan pasar kripto spot secara formal kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Menurut Lee, langkah legistatif ini akan mempertegas peran CFTC yang selama ini sebenarnya sudah berjalan secara de facto di lapangan.

SIMAK JUGA: Volume Derivatif Kripto CFX Meroket 50% Tembus Rp5,98 Triliun

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


20 views