
Malone Lam ngaku bersalah atas pencurian kripto Rp4,41 triliun. Uang hasil kejahatan dipakai buat beli 28 mobil mewah!
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Malone Lam (22), warga negara Singapura yang berdomisili di Miami, Amerika Serikat, resmi mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi pemerasan siber internasional di hadapan Pengadilan Federal AS pada 8 September 2026.
SIMAK JUGA: Jumlah Investor Kripto Tembus 22 Juta, Mengapa Transaksi Malah Anjlok?
Lam mengotaki sindikat peretasan dan pencurian aset kripto bernilai lebih dari 245 juta dollar AS (sekitar Rp4,41 triliun). Atas perbuatannya, Lam terancam hukuman penjara hingga 20 tahun, dengan sidang vonis yang dijadwalkan pada 8 Desember 2026.
Modus Rekayasa Sosial dan Peretasan Berstruktur
Departemen Kehakiman AS menyebut jaringan kejahatan siber yang dipimpin Lam beroperasi sejak Oktober 2023 hingga Mei 2025 dengan pembagian peran yang rapi. Di dunia maya, Lam dikenal dengan alias “Anne Hathaway”, “$$$”, dan “King Greavy”.
- Teknik Manipulasi (Social Engineering): Korban dikelabui melalui panggilan telepon tech support palsu (number spoofing) yang menyerupai perusahaan teknologi resmi.
- Tindakan Pidana Terorganisir: Jaringan ini melibatkan hacker pencuri data dompet kripto, koordinator target, penelepon, hingga pelaku pembobolan rumah untuk mencuri hardware wallet fisik.
- Pencurian Bitcoin Terbesar: Pada Agustus 2024, satu korban di Washington DC berhasil dikelabui hingga menyerahkan 4.100 Bitcoin senilai 230 juta dollar AS (sekitar Rp4,14 triliun).
Metode Pencucian Uang dan Gaya Hidup Mewah
Uang hasil kejahatan siber tersebut dicuci menggunakan teknik peel chain, perantara crypto exchange, dan layanan mixer. Hasil kejahatan tersebut dialirkan untuk membiayai gaya hidup serba mewah:
- Kendaraan Mewah: Membeli lebih dari 28 unit mobil mewah dengan harga per unit berkisar Rp1,8 miliar hingga Rp68,4 miliar.
- Properti & Transportasi: Menyewa rumah mewah di Los Angeles, Hamptons, dan Miami yang dilengkapi jet pribadi serta pengawalan tim keamanan independen.
- Foya-Foya: Menghabiskan hingga 500.000 dollar AS (sekitar Rp9 miliar) dalam semalam di klub malam, serta mengoleksi jam tangan mewah dan tas Hermes Birkin.
Catatan: Dalam penelusuran petugas, salah satu anggota jaringan bahkan menyembunyikan uang tunai sebesar 25.000 dollar AS (sekitar Rp450 juta) di dalam boneka Squishmallow untuk mengelabui pemeriksaan saat bepergian.
Status Hukum Anggota Sindikat
Total aset kripto yang digasak oleh jaringan lintas kelompok ini diperkirakan mencapai 263 juta dollar AS (sekitar Rp4,73 triliun) dengan total 12 orang terdakwa:
- Evan Tangeman (22): Telah divonis lebih dari 5 tahun penjara pada April 2026 atas peran pencucian uang.
- Malone Lam (22): Menunggu sidang penentuan vonis pada 8 Desember 2026.
- Dua Anggota Buron: Saat ini masih dalam pemburuan internasional dan diduga bersembunyi di Dubai.
SIMKA JUGA: Bitcoin dan Ethereum Jadi Incaran Investor Institusi
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply