
Sejarah lengkap duel Indonesia vs Thailand sejak 1957 hingga rekor kemenangan dan catatan statistik head-to-head.
JAKARTA, KalderaNews.com – Skuad Garuda resmi mencetak sejarah baru di panggung sepak bola Asia Tenggara.
Tim Nasional Indonesia keluar sebagai juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat drama adu penalti 4-2 menyusul hasil imbang 2-2 selama 120 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Kemenangan dramatis ini sekaligus mengakhiri dahaga trofi internasional Indonesia di luar ajang SEA Games dan menjadi raihan gelar juara level senior Asia Tenggara pertama bagi Indonesia.
BACA JUGA:
- Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Tekuk Argentina 1-0 via Extra Time
- Skandal Rasisme dan Xenofobia Skuad Les Bleus di Piala Dunia 2026
- Apa Itu “Viking Row”, Viral Ritual Suporter Norwegia di Piala Dunia 2026
Duel Sengit 120 Menit di SUGBK
Laga final berlangsung sengit sejak menit awal. Indonesia mendominasi serangan melalui peluang dari Luke Vickery, Ragnar Oratmangoen, hingga sundulan Justin Hubner. Sementara Thailand mengandalkan serangan balik cepat.
| Fase Pertandingan | Momen Kunci & Gol |
| Menit 81 | Kartu Merah Thailand: Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua dan diusir wasit. |
| Menit 84 | Gol Indonesia (1-0): Tendangan bebas Dean James membentur pemain Thailand Iklas Sanron dan masuk ke gawang. |
| Menit 87 | Gol Thailand (1-1): Iklas Sanron membalas lewat umpan silang Seksan Ratree. |
| Menit 110 (ET) | Gol Thailand (1-2): Serangan balik cepat diselesaikan oleh Peeradol Chamrasamee membobol Emil Audero. |
| Menit 116 (ET) | Gol Indonesia (2-2): Elkan Baggott menyamakan kedudukan usai meneruskan umpan tarik Rizky Ridho. |
Babak Tos-tosan: Ketenangan Skuad Garuda di Poin Kritis
Setelah skor imbang 2-2 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Empat algojo Indonesia menjalankan tugasnya secara sempurna, sedangkan dua penendang Thailand gagal menjaringkan bola.
Hasil Eksekusi Penalti (Indonesia 4 – 2 Thailand):
- Penendang Indonesia:
- Kevin Diks — Gol
- Dean James — Gol
- Elkan Baggott — Gol
- Shayne Pattynama — Gol
- Penendang Thailand:
- Manuel Bihr — Gol
- Waris Choolthong — Gol
- Sarach Yooyen — Gagal (Membentur mistar gawang)
- Nattapong Sayriya — Gagal (Ditepis Emil Audero)
Rekor Pertemuan & Arti Penting Kemenangan
Kemenangan ini menghapus rekor buruk Indonesia saat menghadapi Thailand. Sebelum laga ini, Indonesia dan Thailand sudah bertemu sebanyak 78 kali sejak 1957, di mana Indonesia hanya meraih 25 kemenangan berbanding 37 milik Thailand. Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand tercatat terjadi pada final leg pertama Piala AFF 2016 silam.
Pertemuan antara Tim Nasional Indonesia dan Thailand merupakan salah satu persaingan paling klasik dan sarat gengsi dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara. Sejak duel perdana pada tahun 1957, kedua negara telah berhadapan puluhan kali dalam berbagai ajang resmi regional maupun internasional.
Berdasarkan catatan rekor head-to-head, Thailand secara keseluruhan unggul atas Indonesia dalam statistik statistik kemenangan.
| Parameter | Catatan Statistik |
| Total Pertemuan | 79 Pertandingan |
| Kemenangan Indonesia | 26 Kali |
| Hasil Imbang | 16 Kali |
| Kemenangan Thailand | 37 Kali |
| Kemenangan Terbesar Indonesia | 5-0 (Jakarta, 12 Juni 1975) |
| Kemenangan Terbesar Thailand | 7-0 (Bangkok, SEA Games 1985) |
Dekade Demi Dekade: Dinamika Rivalry
Era Dominasi Skuad Garuda 1950-an – 1970-an
Pada era awal persaingan, Indonesia mendominasi pertemuan atas Thailand di ajang King’s Cup, Merdeka Tournament, hingga Asian Games. Salah satu kemenangan paling mencolok tercipta pada 12 Juni 1975 saat Indonesia membantai Thailand 5-0 di Jakarta.
Bangkitnya Skuad Elephant War 1980-an – 1990-an
Memasuki pertengahan 1980-an, peta kekuatan mulai bergeser. Thailand bangkit menjadi kekuatan utama Asia Tenggara, ditandai dengan kemenangan telak 7-0 atas Indonesia di semifinal SEA Games 1985 di Bangkok.
Dominasi Thailand di Piala AFF 2000-an – 2020-an
Thailand berulang kali menaklukan Indonesia di laga-laga krusial Piala AFF (dahulu Tiger Cup), termasuk menggagalkan impian gelar Indonesia di partai final edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.
Tinta Emas Sejarah Baru Indonesia Oktober 2026
Indonesia mengukir sejarah baru dengan menjuarai edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda menundukkan Thailand lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Rekor Pertemuan di Turnamen Regional (AFF & FIFA ASEAN Cup)
Di tingkat turnamen regional Asia Tenggara, persaingan kedua tim kerap menghadirkan partai drama tinggi.
- Piala AFF (1998–2022): Terjadi 15 kali bentrokan, di mana Indonesia meraih 3 kemenangan, 2 imbang, dan 10 kali kalah dari Thailand.
- Piala Final AFF: Indonesia dan Thailand bertemu di 4 laga final Piala AFF (2000, 2002, 2016, 2020), yang mana Thailand menyapu bersih gelar di keempat edisi tersebut.
- FIFA ASEAN Cup (2026): Pertemuan perdana di turnamen resmi FIFA tingkat regional ini dimenangkan oleh Indonesia lewat adu penalti di final edisi 2026, sekaligus memutus rekor buruk Indonesia saat menghadapi Thailand di laga puncak.
Pertemuan Indonesia dan Thailand bukan sekadar perebutan angka di papan skor, melainkan ajang pembuktian supremasi sepak bola Asia Tenggara.
Walau Thailand sempat mendominasi selama dua dekade terakhir, kebangkitan Indonesia di panggung internasional membuktikan bahwa rivalitas ini tetap menjadi salah satu duel paling dinantikan oleh para pecinta sepak bola di kawasan ASEAN.
Di bawah arahan pelatih John Herdman, gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 ini menegaskan kebangkitan Timnas Indonesia sekaligus mencatatkan tinta emas pertama di edisi perdana turnamen resmi FIFA tingkat regional ini.
Susunan Pemain Kedua Tim
Indonesia: Emil Audero, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner (Shayne Pattynama 101′), Calvin Verdonk (Egy Maulana 101′), Joey Pelupessy, Thom Haye (Dean James 45′), Luke Vickery (Rizky Ridho 60′), Ragnar Oratmangoen (Ivar Jenner 65′), Ole Romeny (Rayhan Hannan 109′), Mitchell Baker.
Thailand: Saranon Anuin, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson, Suphanan Bureerat (Waris Choolthong 53′), Sarach Yooyen, Kritsada Kaman (Peeradol Chamrasamee 90′), Kakana Khamyok (Iklas Sanron 79′), Chanathip Songkrasin (Seksan Ratree 63′), Supachai Chaided (Anan Yodsangwal 79′), Teerasak Poeiphimai (Jude Soonsup-Bell 63′).
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply