Mengamati Hilal Sebelum Lebaran, Apa Itu Hilal?

Post 1

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-6552035690024734”,
enable_page_level_ads: true
});
</script>

Ilustrasi: Mengamati Hilal

JAKARTA, KalderaNews.com – Menjelang Lebaran, pemerintah bersama berbagai organisasi masyarakat berbasis Islam selalu mengamati hilal untuk menetapkan 1 Syawal. Apa itu hilal? Namun, sebelum itu, perlu diketahui bahwa penanggalan Islam atau Hijriah itu berdasarkan pergerakan bulan.

Perubahan bentuk bulan setiap malam dikenal sebagai fase Bulan. Hal itu terjadi karena bulan bergerak mengelilingi bumi sekali setiap 29,5 hari. Selama mengitari bumi, posisi bulan akan berpindah-pindah di langit. Cahaya bulan juga bukan berasal dari bulan, tapi dari pantulan cahaya matahari. Jadi, bulan juga memiliki sisi siang dan sisi malam.

BACA JUGA:

Lantaran penanggalan Hijriah menggunakan pergerakan bulan, maka mengamati bulan untuk menentukan 1 Syawal amat penting. Lalu, apa itu hilal?

Hilal merupakan istilah bahasa Arab yang berarti “Bulan sabit”. Hilal adalah bulan sabit yang bisa dilihat pertama kali tepat setelah fase bulan baru. Dengan demikian, hilal adalah bulan sabit yang sangat tipis, karena masih sangat muda usianya, sekitar 12 jam setelah fase bulan baru.

Jadi, hilal merupakan penanda bahwa awal bulan baru dalam kalender Hijriah sudah dimulai. Bila hilal belum terlihat, maka belum berganti bulan. Tapi, tidak semua bulan sabit tipis bias disebut hilal. Ada syaratnya, seperti bulan sabit tipis harus bisa diamati saat matahari terbenam untuk menghitung ketinggiannya. Jadi, jika terlihat bulan sabit tipis pada siang hari itu berarti bukanlah hilal.

Mengamati hilal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lantaran sangat tipis, diperlukan kejelian agar bisa melihatnya. Untuk itu, untuk mengamati hilal diperlukan sejumlah peralatan pengamatan astronomi, seperti teleskop. Selain itu, rentang waktu untuk melihat hilal juga sebentar. Usia hilal yang biasa diamati kurang dari 12 jam dan ketinggiannya masih di bawah 6 derajat dari cakrawala. Dengan ketinggian seperti itu, hilal akan terbenam kurang lebih sekitar 24 menit setelah matahari terbenam.

Jika hilal terlihat, itu berarti malamnya sudah masuk awal bulan baru. Maka, kalau itu hilal awal Syawal, maka seluruh kegiatan ibadah selama Ramadan akan berakhir saat malam itu pula. Yang berarti pula, telah memasuki awal bulan baru, 1 Syawal atau Idul Fitri.

Nah, itulah alasan penting pengamatan hilal sebelum Lebaran. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*