8 Tip Cegah Kebosanan Saat di Rumah Saja Selama Wabah Covid-19

Memasak bersama di rumah
Memasak bersama di rumah (KalderaNews/Ist)

BOGOR, KalderaNews.com – Kebosanan menghinggapi sebagian keluarga saat satu atap atau saat di rumah saja. Orang tua work from home dan anak-anak yang sedang kuliah atau sekolah sama-sama belajar di rumah. Rumah terasa penuh. Pertanyaannya kini mengapa sebagian keluarga merasakan kebosanan saat hidup satu atap bersama keluarga?

Jawaban yang seringkali muncul adalah karena tidak memperoleh atau tidak mendapatkan atau tidak “menemukan” hal yang menarik perhatian yang dirasa menyenangkan dalam kehidupan keluarga di rumah.

“Sehingga solusinya mudah jika tidak ingin merasa bosan, yaitu ubah menjadi bersifat aktif. Kunci agar anggota keluarga memiliki perilaku aktif tersebut berkaitan dengan ‘value atau nilai’ tentang keluarga. Seberapa penting keluarga bagi seseorang? Seberapa penting terbangunnya ikatan keluarga antar anggotanya? Seberapa penting waktu kebersamaan antar keluarga? Seberapa penting membangun suasana yang sehat dan membahagiakan di keluarga,” ujar Guru Besar Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, IPB University sekaligus Ketua Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia, Prof Euis Sunarti.

BACA JUGA:

Intinya adalah bagaimana anggota keluarga mencari, menggali, mengembangkan, menciptakan aktivitas yang menyenangkan dan atau yang menarik perhatian dalam rutinitas kehidupan keluarga.

Dikutip dari laman resmi IPB, ia pun mengungkapkan 8 tip mencegah kebosanan saat di rumah aja selama wabah Covid-19:

  1. Ubah nilai dan cara pandang. So, jadikan kesempatan di rumah sebagai momen berharga untuk keluarga menemukan jati dirinya, untuk tumbuh dan tumbuh dan berkembang
  2. Bangun kesadaran berharganya keluarga dan waktu kebersamaan keluarga
  3. Perluas ruang dan irisan komunikasi antar anggota keluarga, sehingga banyak hal yang bisa diceritakan, diobrolkan dan didiskusikan dalam keluarga.
  4. Bangun suasana keterbukaan antara anggota keluarga dan lakukan hal-hal atau aktivitas yang meningkatkan kebersamaan
  5. Periksa dan tambal bolong-bolong tugas perkembangan keluarga dan tugas perkembangan setiap individu
  6. Drong minat dan hobi anggota keluarga dan atau menumbuhkan kepeminatan baru seperti memfoto, memasak, menjahit, buat disain grafis, buat menulis, berkebun, dan lain-lain.
  7. Ekspresikan semangat, kesenangan, kepuasan, dan kebahagiaan dalam mengerjakan rutinitas sehari-hari (menularkan energi positif agar sabar bertahan bersama, walau ada situasi yang tidak menarik dan menyenangkan).
  8. Berusaha mengembangkan humor, saling apresiasi dan penerimaan terhadap aktivitas yang dilakukan anggota keluarga. So, hindari hal-hal negatif seperti acuh-cuek, menyepelekan atau kritik berlebihan.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*