Perbedaan Hari Guru Sedunia (5 Oktober) dan Hari Guru Nasional (23 November)

Hari Guru Sedunia, Guru di Afrika
Guru di Afrika (Foto: africa.cgtn)

JAKARTA, KalderaNews.com – Setiap 5 Oktober diperingati sebagai Hari Guru Sedunia. Banyak dari kita yang bertanya-tanya kenapa ada Hari Guru Sedunia, tetapi ada juga Hari Guru Nasional yang biasa diperingati setiap 25 November.

Apakah kita harus merayakannya dua kali untuk intensi yang sama yakni untuk memberikan penghormatan pada para guru kita?

BACA JUGA:

Nah, buat yang bingung, kalian di laman yang tepat untuk mengetahui perbedaannya secara komprehensif, mulai dari sejarah dan seluk-beluknya.

Hari Guru Sedunia (5 Oktober)

Hari Guru Sedunia sudah dimulai sejak 1994 oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan Education International (IE). Tujuan penetapan Hari Guru Sedunia adalah memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia sekaligus meyakinkan bahwa profesi guru itu penting untuk pembentukan generasi yang berkualitas.

Selengkapnya Baca: 5 Oktober, Hari Guru Sedunia, Begini Sejarahnya

Pada 21 September sampai 5 Oktober 1994, UNESCO dan International Labour Organization (ILO) atau organisasi buruh internasional yang dinaungi PBB menggelar konferensi di Paris, Perancis dengan melibatkan 76 perwakilan negara dan 35 organisasi internasional yang akhirnya merekomendasi mengenai status guru yang disebut Recommendations Concering the Status of Teachers.

Pada saat yang sama juga ditetapkan International Teacher’s Day. Pada 2020 ini UNESCO merayakan Hari Guru Sedunia dengan tema “Teachers: Leading in crisis, reimagining the future”.

Hari Guru Sedunia 2020 akan dirayakan dengan serangkaian acara virtual selama seminggu, dimulai pada 5 Oktober dengan acara pembukaan dan penganugerahan the 6th UNESCO Hamdan Prize for the Effectiveness of Teachers.

Hari Guru Nasional (23 November)

Seperti halnya negara-negara di dunia yang mencanangkan Hari Guru Nasional, Indonesia juga melakukan hal yang sama. Kalau di Amerika Serikat yang jatuh pada minggu pertama Mei, Argentina pada 11 September, Hong Kong pada 10 September, dan Korea Selatan pada 15 Mei, Indonesia ditetapkan tiap 25 November yang bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia.

Selengkapnya Baca: Hari Guru Nasional Bermula dari Kelahiran PGRI

PGRI sudah berdiri sejak 1945 sebenarnya, tapi baru pada 1994, pemerintah lewat Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sekaligus jadi Hari Guru Nasional. Penetapan ini pun ditegaskan lagi lewat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Penetapan Hari Guru Nasional tujuannya tidak jauh beda dengan penetapan Hari Guru Sedunia, yakni mengapresiasi, mendukung dan mendorong kualitas guru Indonesia supaya pendidikan di Indonesia terus maju.

Biasanya di sekolah-sekolah digelar upacara untuk memperingati Hari Guru. Usai upacara, di beberapa sekolah diadakan berbagai kegiatan untuk memberikan apresiasi terhadap para guru, seperti lomba atau pentas seni.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*