Ratusan Ribu Guru MI, MTs, MA Akan Ikuti Asesmen Kompetensi Mulai November 2020

Guru Madrasah
Ilustrasi: Guru Madrasah

MALANG, KalderaNews.com – Sebanyak 180 ribu guru MI, 120 ribu guru MTs, 54 ribu guru MA, 82 ribu Kepala Madrasah, serta 3.600 pengawas madrasah yang aktif sesuai data di Kementerian Agama akan mengikuti Asesmen Kompetensi Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah (AKG, AKK, dan AKP) yang akan dilakukan pada November 2020.

AKG, AKK dan AKP merupakan baseline pelaksanaan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Madrasah tahun 2021. Hasil Asesmen antara lain peta sebaran dan kompetensi guru, kepala, dan pengawas madrasah (mapping competency).

“Itu akan jadi dasar implementasi program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang berorientasi kepada mutu dan pemerataan,” tegas Kepala Seksi Bina Guru MI dan MTs Mustofa Fahmi.

BACA JUGA:

Sejumlah tahapan sudah dilakukan, antara lain: penyiapan aplikasi SIM-AKG yang terintegrasi dengan Simpatika. Instrumen soal asesmen kompetensi sudah disusun dan segera direviu oleh tim reviewer untuk diidentifikasi uji keterbacaan dan kontennya secara terperinci.

“Seluruh soal asesmen kompetensi ini akan diintegrasikan dengan subtansi Modul PKB Madrasah. Semoga pelaksanaan program AKG, AKK dan AKP pada bulan November nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar,” harapnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain mengatakan asesmen kompetensi bertujuan meningkatkan kualitas leadership, enterpreneurship, dan integritas.

“Asesmen diharapkan akan menguatkan kualitas leadership dan mengembangkan jiwa entrepreneur guru, kepala. dan pengawas madrasah,” terang Zain dalam Rapat Koordinasi Teknis Pelaksanaan AKG, AKK dan AKP yang berlangsung di Malang, Kamis, 1 Oktober 2020.

Kualitas leadership yang baik antara lain ditunjukkan dengan kemampuan merumuskan dan mengimplementasikan visi dan misi yang berkualitas. Selain itu, guru dan kepala madrasah juga mampu menunjukkan arah yang baik kepada peserta didiknya.

Terkait penguatan integritas, Zain menilai itu diperlukan sebagai pondasi dalam menghadapi tantangan global.

“Integritas yang kuat akan melahirkan insan yang taat, bermutu dan berdaya saing. Dari sini kita sadar betul agar lembaga pendidikan pendidikan dapat melahirkan manusia otentik,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan Kemenag yang sedang getol mempersiapkan peserta didik madrasah dengan kecakapan abad ke 21 (the 21th century skills). Kecakapan itu mencakup critical thinking, communication, creativity, collaboration, and digital literacy.

“Peserta didik harus ditanamkan mentalitas berdaya saing global. Sebab mereka nantinya akan menjadi global citizenship, warga dunia yang sekaligus sebagai global worker, pekerja global, setidaknya pada level nasional dan negara-negara ASEAN,” ujarnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*