Ini Lho 8 Langkah Isolasi Mandiri Cegah Corona yang Benar, Jangan Salah Lagi!

Social distancing cegah virus Corona (Covid-19) di Rumah Sakit Mitra Keluarga Pratama Jatiasih, Jl. Raya Jatimekar, RT.01/RW.012, Jatimekar, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 25 Maret 2020
Social distancing cegah virus Corona (Covid-19) di Rumah Sakit Mitra Keluarga Pratama Jatiasih, Jl. Raya Jatimekar, RT.01/RW.012, Jatimekar, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 25 Maret 2020 (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Isolasi mandiri (self isolation) dan physical distancing memang menjadi imbauan dari World Health Organization (WHO) untuk mengurangi penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Isolasi mandiri dan self monitoring menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat saat ini, termasuk di Indonesia. 

UDi lapangan banyak masyarakat yang belum tahu tata cara yang benar dalam melaksanakan isolasi mandiri terkait upaya mencegah penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19).

Isolasi mandiri (self isolation) yang benar, terutama bagi pasien yang dinyatakan positif atau masih terduga (suspect) Covid-19, sangat efektif untuk mencegah virus mematikan itu menyebar luas di tengah masyarakat.

BACA JUGA:

Nah, agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang salah, Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengeluarkan protokol isolasi mandiri. Ada 8 langkah dan cara (protokol) yang bisa dilakukan masyarakat selama melakukan isolasi diri.

Berikut 8 protokol isolasi mandiri tersebut: 

1. Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan.

2. Jika sakit (ada gejala demam, flu, dan batuk), maka tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat.

3. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien Covid-19.

4. Selama di rumah, bisa bekerja dari rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga.

5. Lakukan pengecekan suhu harian, amati batuk dan sesak nafas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi dan tempat tidur.

6. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersin.

7. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan. Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (± 15-30 menit).

8. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*